LENSAINDONESIA.COM: Bitrexgo kembali menawarkan aplikasi bagi masyarakat untuk belajar kecerdasan finansial. Aplikasi tersebut kemudian memberikan pemahaman sehingga punya wawasan untuk melakukan investasi dan melakukan trading.

Bagi peserta yang sudah mengikuti program dan mengakses aplikasi, bisa berbisnis seperti Multi Level Marketing (MLM) dengan mendaftar menjadi member.

CEO Bitrexgo Dicky Surajaya menyampaikan saat ini ekonomi di Indonesia tengah sulit. Beberapa perusahaan juga banyak yang melakukan PHK terhadap pegawainya.

“Kami hadir di tengah untuk memberikan solusi. Di dalam multi level ini setiap orang punya hak yang sama untuk berbisnis,” ujarnya ketika menggelar konferensi pers di Surabaya, Minggu (23/2/2020).

Menurut dia untuk bergabung dan menjadi member di tempatnya tidak butuh modal besar. “Umumnya multi level ini kami mulai dari modal kecil. Ketika orang dengan modal kecil bingung mau berusaha, mereka bisa berusaha,” bebernya.

Intinya dalam MLM ini jelas dia membuat seseorang tidak diam saja. Sehingga secara otomatis juga turut mendorong perekonomian di Indonesia.

“Kami menawarkan modul pendidikan financial. Saat ini ada 8.000 member efektif, dari awal kami berdiri sejak September 2018. Di tahun 2019 sendiri bertambah sekitar 7.000 orang,” lanjutnya.

Bitrexgo memilih MLM dengan tidak menawarkan produk barang karena ingin berbeda. “Karena kita lihat untuk yang jual barang sendiri udah banyak. Terus kami lihat untuk modul pendidikan financial sangat kurang,” tuturnya.

Dicky percaya bahwa modul pendidikan financial ini sangat dibutuhkan masyarakat. Karena saat ini banyak masyarakat yang terjebak dengan investasi illegal hingga gagal saat main saham. Sehingga berdampak sangat besar bagi kehidupannya.

“Kami ada Bitrexgo pro, Bitrexgo seminar, special meeting itu untuk mengembangkan kepribadian dan leadership member. Jadi mereka cara jualan gimana, otomatis. Mereka tak jual sendiri,” lanjutnya.

Namun, bisnis ini bukannya tanpa resiko. Dicky sendiri mengakui hal tersebut. “Tapi mending Bitrexgo dari pada buka restoran yang membutuhkan modal sekitar Rp 1 miliar,” tegasnya.@wan