LENSAINDONESIA.COM: Baru 9 bulan menghirup udara bebas, Datuk (34) warga Jl Simorejo, kembali dibekuk petugas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya. Karyawan Hotel City Hub ini kedapatan menyimpan sabu 9,09 gram.

Pernah ditangkap dan dipenjara tak menjadikan Datuk bertobat. Di dalam Lapas, residivis kasus narkoba ini malah makin melebar jaringannya setelah berkenalan dengan ED, bandar narkoba yang jadi teman sekamarnya.

Keluar dari Lapas, Datuk diduga kuat mendapat suplai sabu dari ED sehingga berhasil melebarkan sayap dan punya anak buah.

Kepala BNNK Surabaya, AKBP Kartono menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka Datuk, merupakan pengembangan setelah anggotanya membekuk dua anak buah karyawan Hotel City Hub tersebut. Masing-masing Iwan (25l) warga Jl Krembangan dan Mohammad (40) warga Jl Karang Tembok. Kedua kurir tersebut ditangkap berikut barang bukti sabu 4 dan 3 gram.

“Berawal dari penangkapan terhadap IW dan MH, kami kembangkan mengarah ke DAT. Otak peredaran sabu ini kami tangkap dengan barang bukti sabu 9,09 gram,” terang AKBP Kartono.

Petugas yang mendapati catatan laporan penjualan, melakukan interograsi dan mendapatkan nama tersangka lain, Hajir (24) warga Jl Keputeran Kejambon. Saat digerebek, petugas BNNK Surabaya menemukan sabu 100 gram.

“Di rumah tersangka kami dapatkan barang bukti sabu 100 gram. Tersangka ini merupakan anak buah DAT. Perannya sebagai kurir dan gudang penyimpanan,” tambah AKBP Kartono.

“Barang dari bandar, langsung turun kepada tersangka DAT, lalu diserahkan kepada HJR untuk disimpan. Jadi semua ini dikendalikan DAT,” paparnya lebih lanjut.

Di hadapan petugas, tersangka Datuk mengaku sejak bebas menjalani hukuman, dirinya sudah enam kali menerima barang dari ED masing masing seberat 100 gram.

“Sudah enam kali ini saya menerima barang, turunnya 100 gram. Lalu saya kirim kepada pemesan tergantung perintahnya dia (ED),” terang Datuk yang mengaku mendapat upah Rp 1,5 juta.

Untuk melakukan pengembangan, petugas masih melakukan koordinasi dengan pihak Dirjen Kemenkumham dan Lapas tempat terpidana ED mendekam.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) atau 112 ayat (2) jo 132 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 dan diancam pidana hukuman seumur hidup. @rofik