LENSAINDONESIA.COM: Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya, Arif Fathoni menyoroti rencana pembangunan garasi (pul) Bus Suroboyo di kawasan MERR (Middle East Ring Road) Gunung Anyar oleh Dinas Perhubungan.

Toni mempertanyakan kewenagan Dinas Perhubungan (Dishub) yang akan memakai lahan untuk bangunan poll tersebut. Sebab, sebidang tanah itu masih menjadi hak warga perumahan karena berstatus fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum-fasos) milik Yayasan Kas Pemkot (YKP) Surabaya.

“Fasum-fasos itu merupakan hak warga dari perumahan YKP, yang sampai saat ini belum diserahkan pemanfaatannya kepada warga. Kenapa sekarang malah dimanfaatkan oleh Dishub untuk Terminal pul Suroboyo Bus,” tegas Thoni saat ditemui di ruang rapat Komisi A, DPRD Surabaya, Selasa (25/02/2020)

Arif Fathoni dengan tegas mengecam langkah Pemkot Surabaya karena telah mengabaikan hak dan kepentingan warga YKP.

“Sekarang apa bedanya pengurus YKP lama dengan pengurus YKP baru. Saya rasa tidak jauh berbeda,” papar politisi yang akrab disapa Tony.

Ia menjelaskan, warga membeli perumahan tersebut sudah termasuk fasum-fasos. Oleh karenanya, tanah fasum-fasos milik warga bisa dikembalikan pada warga sesuai dengan aturan yang ada.

“Sejak tahun 1990 pengurus lama YKP belum menyerahkan pemanfaatan fasum-fasos pada warga sekitar Rungkut Asri,” ucap anggota komisi A DPRD Surabaya inia.@wan