LENSAINDONESIA.COM: Unit Pidana Ekonomi (Pidek) Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, membekuk 4 tersangka komplotan pelaku penggelapan mobil. Satu tersangka lainnya masih dinyatakan buron.

Masing-masing Junaidi (35) asal Gresik, Iwan (39) asal Sidoarjo, Fandi (41) dan Nasir (50) warga Rungkut, Surabaya. Sedangkan ISM alias Putri (30) saat ini masih buron dan ditetapkan sebagai DPO.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho menyatakan, komplotan ini sudah 2 tahun melakukan aksinya. Modusnya meminjam dari orang yang tak dikenal lalu menggelapkan mobil tersebut.

“Mobil yang dipinjam atau yang disewa oleh tersangka, kemudian digadaikan ke orang lain dengan harga Rp 20 hingga 30 juta,” terang Kombes Sandi, Jumat (28/2/2020) saat menggelar konfrensi pers di Mapolrestabes Surabaya.

Guna menghilangkan jejak kendaraan yang digelapkan, tersangka terlebih dahulu memalsukan nomor polisi. “Kendaraan yang telah dipindah tangankan tersebut, oleh tersangka nopolnya diganti terlebih dahulu untuk menghilangkan jejak,” tambahnya.

Peraih bintang Adhi Makayasa Akpol 1995 ini menjelaskan lebih lanjut, para tersangka ini ada yang menyewa mobil antara 5 sampai 7 unit yang kemudian digadaikan. Total ada 23 mobil berbagai merek yang digelapkan.

“Tersangka selain meminjam ke pihak orang terdekatnya, juga menyewa ke rental kemudian digelapkan dengan harga bervariasi,” paparnya lebih lanjut.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 378 dan pasal 372 dan diancam pidana selama 4 tahun penjara. @rofik