LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat mulai Selasa ini (03/03/2020), resmi memberlakukan larangan menggunakan kantong plastik sekali pakai. Hal ini untuk menciptakan Kota Bekasi tebebas dari persoalan sampah plastik yang menjadi problem nasional. Pasalnya, Indonesia diklaim internasional penghasil sampah plastik terbesar terkait pencemaran laut.

“Tanggal 3 Maret dicanangkan sudah tidak ada lagi (kantong plastik sekali pakai). Dimulai dari retail pakai kantong yang bisa didaur ulang,” demikian janji Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto di Kota Bekasi, yang harus direalisasi pada Selasa hari ini.

Wakil Wali Kota ini dalam janjinya mengemukakan, melarang masyarakat menggunakan kantong plastik sekali pakai,
jauh-jauh hari sudah disosialisasikan kepada toko-toko retail hingga mal yang ada di Kota Bekasi.

“Sudah (disosialisasikan) kalau Alfamart, yang di mal-mal juga sudah siap. Makanya, prosesnya sudah agak panjang. Lima bulan lalu sudah kami lakukan sosialisasi. Sehingga, mereka hanya menghabiskan sisa kantongnya saja. Jadi, Maret (ini) sudah kami mulai (larangan penggunaan kantong plastik). Mudah-mudahan kami belajar dari Bali, Bogor, sehingga upaya pengurangan sampah menjadi cepat,” kata Wakil Wali Kota yang aktif terjun langsung bertemua warganya ini.

Sebelum aturan ini dijalankan, Tri mengakui, ada kampanye yang dibuat untuk tidak menggunakan kantong plastik.

“Tanggal 21 Februari 2020, kami adakan pra, ada suatu konsep besar yang dilakukan melibatkan masyarakat untuk kemudian tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai. Tanggal 3 Maret dicanangkan sudah tidak ada lagi penggunaan sampah plastik,” tegas Tri.

Ia menjelaskan, aturan larangan penggunaan kantong plastik ini dilakukan secara bertahap. Tahap pertama, diterapkan di toko retail dan mal.

“Makanya, ini kan bertahap kalau di sini (retail dan mal) berhasil, kemudian diterapkan di kantor-kantor pemerintahan. Setelah itu, kami masuk ke sekolah, kemudian masuk ke pasar-pasar tradisional,” jelas Tri.

Pemkot Bekasi sudah melengkapi peraturan wali kota (Perwal) yang mengatur larangan penggunaan kantong plastik.

Perwal Nomor 61 tahun 2018 itu menyempurnakan Perwal Nomor 21 tahun 2016 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik. Perwal nomor 61 tahun 2018 itu bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Terutama, dari dampak limbah kantong plastik.

Di dalam Perwal tersebut ada imbauan untuk warga Kota Bekasi mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu juga berlaku untuk para pegawai negeri sipil (PNS). @ad. sofie