LENSAINDONESIA.COM: Politisi senior Partai Golkar, Martono berharap Musyawarah Daerah (Musda) X DPD Partai Golkar Jawa Timur yang digelar di Surabaya Kamis 5-6 Maret 2020 menjadi ajang kompetisi bagi para kandidat calon ketua. Sebab di era ini, Golkar sebagai partai terbuka harus bisa menjawab tantangan dan tuntutan jaman.

Saat ini, sudah empat nama kandidat Ketua DPD Partai Golkar Jatim yang muncul, diantaranya Gatot Sudjito (anggota Komisi V DPR RI, Sarmuji (anggota Komisi XI DPR RI), Sahat Tua Simanjuntak (DPRD Jatim) dan Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio (DPRD Jatim).

“Semuanya kandidat bagus. Pak Gatot, Pak Isnu juga mumpuni. Karena itu siapapun yang menjadi ketua harus bisa memahami dan melaksanakan tiga hal untuk menata organisasi ke depan, yaitu konsolidasi ideal, konsolidasi wawasan dan konsolidasi organisasi,” katanya saat dihubungi lensaindonesia.com di Surabaya, Rabu (04/03/2020).

Menurut Martono, konsolidasi ideal adalah bagaimana Golkar bisa hadir dan menjawab tuntutan dan permasalahan seluruh masyarakat. Sedangkan konsolidasi wawasan yaitu membawa partai ini mengikuti era, sehingga harus bisa mengikuti perkembangan politik dan teknologi 4.0. “Nah siapa (kandidat) yang bisa menjawab tantangan ini?” katanya.

Yang terakhir, lanjut Martono, adalah konsolidasi organisasi. Bila semangat konsolidasi organisasi bisa dijalankan seperti Golkar tahun 1964, maka Golkar yang memiliki doktrin karya dan kekaryaan ini akan menjadi partai yang mandiri, demokratis, solid dan modern sesuai jamannya.
“Nah siapa (kandidat) yang bisa menjawab tantangan ini? Karena itu, biarkan mereka (kandidat) berkompetisi,” terangnya.

Martono berharap, pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Jatim nanti berlangsung secara demokratis, dimana para kandidat bida berkompetisi, dan siapa yang layak memimpin akan bisa ditentukan dengan sendirinya.

Agaknya, pendapat Martono ini berbeda dengan beberapa elit Golkar Jatim yang mentargetkan aklamasi.

“Penunjukan bukan jamannya lagi. Karena prinsip pemilihan ya harus dipilih. Partai harus benar-benar demokratis seperti jamannya. Sebab bila dipilih secara demokratis maka akan mambuka partisipasi bagi semua warga Golkar (votters)”

“(Kandidat) Empat-empatnya bagus, baik itu salah satu sebagai ketua atau dikombinasikan,” katanya.@LI-13