LENSAINDONESIA.COM: Bupati Jombang Mundjidah Wahab mengunjungi korban banjir di Desa Brangkal, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Selasa (03/03/2020).

Di lokasi itu Mundjidah yang didampingi Wabup Sumrambah, Sekda Jazuli dan Kepala OPD, serta Camat Bandarkedungmulyo juga memastikan persediaan konsumsi makanan dan obat-obatan bagi masyarakat benar-benar tercukupi.

Mundjidah mengatakan, untuk keperluan konsumsi, Pemkab Jombang telah membuka dapur umum untuk warga hingga banjir benar-benar surut.

“Dapur umum ini fungsinya menyediakan, mendistribusikan bantuan makanan dan air bersih tiga kali sehari kepada para korban banjir. Penyediaan makanan ini sampai banjir benar-benar surut dan warga terdampak bisa beraktifitas (masak) kembali,” terangnya.

Banjir yang telah beberapa hari menggenangi rumah-rumah warga Desa Brangkal dan Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo ini terjadi akibat jebolnya tanggul Kali Avoer.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, sejumlah 330 warga Desa Brangkal dan 664 warga Desa Pucangsimo terdampak banjir kali ini.

Untuk mengatasi bencana banjir ini Pemkab Jombang bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melakukan pembenahan yakni penutupan tanggul dengan menggunakan karung yang berisi pasir agar bisa menahan sampai ada tindakan lebih lanjut.

“Saat ini dilakukan upaya penutupan dengan pasir yang dibungkus glangsing untuk sementara, kemudian selanjutnya, nanti bersama-sama dengan BBWS untuk bagaimana tanggul ini bisa dibangun kembali,” terangnya.

Sementara, Wahib (58) salah satu warga mengungkapkan jika banjir melanda Desa Brangkal, terjadi sejak Sabtu malam (29/02/2020) kemarin sekira pukul 23.00 WIB.

Kata dia, tanggul sungai Avour jebol sepanjang 20 meter akibat tak bisa menahan derasnya air.

Selain mendirikan dapur umum di balai desa setempat untuk mendistribusikan bantuan makanan dan minuman, Pemkab Jombang juga membuka posko pelayanan kesehatan.

Di posko tersebut, petugas medis memberikan layanan kesehatan kepada warga terdampak banjir yang datang untuk berobat.

Diungkapkan Ratna seorang petugas Puskesmas Bandar Kedungmulyo, bahwa ratusan warga korban banjir ini telah menderita sejumlah penyakit. Dari sejumlah 206 pasien, 174 orang menderita gatal-gatal, 44 orang menderita batuk pilek, dan 7 orang menderita sakit lambung, 6 orang menderita diare, 5 orang menderita demam, dan 10 orang menderita penyakit yang lain.@Obi