LENSAINDONESIA.COM: Perampokan terjadi di sebuah rumah Jl Ngagel Tama Utara II nomor 17 Surabaya, Kamis siang (05/03/2020).

Pelaku perampokan yang diduga berjumlah dua orang tersebut melukai Zulvida (73), seorang nenek penghuni rumah.

Aksi perampokan baru diketahui setelah Zulvida keluar dari rumahnya dengan kondisi leher terluka dan mulutnya mengeluarkan darah. Nenek Zulvida yang akrab disapa itu berusaha berteriak meminta tolong kepada orang yang berada di sekitar lokasi
Rokim, warga setempat yang pertama kali menemukan Zulvida mengatakan, saat itu kondisi kepala dan mulut mengeluarkan darah.

Diduga luka di leher dan tubuh korban tersebut akibat sabetan benda tajam.  “Saat kejadian saya tidak tahu, saya melihat korban waktu di jalan dengan berlumur darah sambil berteriak minta tolong,” ungkapnya.

Karena menganggap keadaan berbahaya, Rokim langsung memanggil security di sekitar lokasi untuk memberikan pertolongan.

“Saya memanggil security perumahan untuk memberikan pertolongan. Setelah itu baru dibawa ke rumah sakit oleh menantunya,” sebutnya.

Disampaikan Rokim, bahwa Lila (pembantu korban) mengatakan, sebelum kejadian ada pria yang menanyakan alamat rumah nomor 16, yang lokasinya berada tepat berada di depan rumah korban. Saat itu, Lila hendak keluar rumah bersama anak Zulvida.

“Katanya saat itu Mba Lila mau keluar kerumah, anak korban yang berada di depan. Lalu ada orang yang diduga pelaku menanyakan alamat rumah no 16, karena tidak curiga dia langsung pergi,” paparnya lebih lanjut.

Sementara itu, Polsek Gubeng yang di-back up Satreskrim Polrestabes Surabaya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan, dan belum memberikan keterangan.@rofik