LENSAINDONESIA.COM: Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) mengimbau agar masjid menjadi tempat yang aman di tengah isu penyebaran virus Corona.

Karena itu, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ini menyarankan kepada jamaah jika dalam kondisi tidak fit atau dalam keadaan sakit agar beribadah di rumah.

Pernyataan ini disampaikannya, saat pelantikan pengurus DMI Kota Surabaya di Convention Hall Dyandra, Jumat (06/03/2020) malam.

Selain dihadiri mantan Wakil Presiden RI JK, nampak pula Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Di acara ini pula, DMI Kota Surabaya juga berhasil mencatatkan rekok MURI dengan kegiatan sedekah donor darah berbasis masjid yang diselenggarakan di 33 masjid se Surabaya.

“Sebaiknya bagi jama’ah yang sakit, seperti demam, mending tidak memaksakan diri berjama’ah di masjid,” imbuhnya,” kata Jusuf Kalla saat menyampaikan sambutan.

Tak hanya itu, JK sebutan akrabnya juga mengimbau kepada jamaah masjid sebisa mungkin membawa atau menggunakan sajadah sendiri dari rumah. Ia juga mengimbau kepada pengurus masjid agar rajin membersihkan lantai apalagi yang menggunakan karpet.

“Yang kedua, sebisa mungkin memakai sajadah yang dibawa sendiri dari rumah, meskipun di masjid sudah tersedia sajadah,” tegasnya.

Sementara, Ketua DMI Kota Surabaya, Arif Affandi, menyatakan, segera membuat imbuan ke seluruh takmir masjid untuk melakukan yang telah disampaikan JK. Apalagi bulan ramadhan akan segera tiba.

“Tiap tahun sebenarnya ada, tetapi untuk kali ini, saya meminta agar DMI pusat segera mengeluarkan edaran pembersihan masjid secara berkala, terlebih lagi adanya kasus Virus Corona,” ungkapnya.

Arif juga akan memberikan seruan terkait jemaah yang membawa sajadah sendiri.

“Kan sekarang ada kain sajadah yang ukuran kecil, sehingga lebih ringkas untuk dibawa kemana-mana. Selain itu kalaupun tidak ada atau tidak sempat, bisa memakai sapu tangan. Virus ini kan penularannya melalui bersin, batuk, ataupun sentuhan,” pungkasnya.

Arif menambahkan, kegiatan ini merupakan upaya dan langkah DMI Kota Surabaya untuk memakmurkan masjid, melalui kegiatan-kegiatan kemanusiaan dan sosial. Karena, DMI adalah organisasi yang menaungi masjid-masjid di seluruh Indonesia.

Karena itu, diingatkan Arif, DMI tidak masuk ke dalam urusan ubudiyah, karena hal ubudiyah sudah dibina oleh organisasi keagamaan yang menjadi tempat bernaungnya.

“Seperti masjid NU dibina oleh PCNU, Muhammadiyah oleh PWMU, dan lain sebagainya,” tambahnya.@wan