Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Warga “Graha Harapan” gotongroyong tanam jahe merah, respon kelangkaan akibat isu penangkal ampuh Corona
Ibu-ibu warga GrahaHarapan, Mustika Jaya,, Kota Bekasi dengan dibantu bapak-bapak menggalakkan tanam jahe merah untuk menepis kelangkaan di pasar, sekaligus dikonsumsi sendiri sebagai penangkal ampuh voirus corona. @foto:sofie
CANTIKA

Warga “Graha Harapan” gotongroyong tanam jahe merah, respon kelangkaan akibat isu penangkal ampuh Corona 


LENSAINDONESIA.COM:
Warga kreatif dan hidup sarat kompak dan saling toleran di RW 19 Perumahan Graha Harapan, Mustikajaya, Kota Bekasi patut menjadi inspirasi dan motivasi warga pemukiman lain. Bank Sampah dan Pembibitan Jahe Merah jadi program unggulan di tengah sulitnya stok jahe akibat isu virus Corona akhir-akhir ini.

Kreatifitas yang dikomandani ketua pelaksana seorang perempuan ini, untuk Bank Sampah pun diberi nama “Berseri 19”. Tentu, angka 19 bukan copy paste Covid-19, namun diambil dari nomor urut RW 19.

Peresmian bank sampah dan pembagian bibit jahe merah kepada warga RW 19 ini, bahkan mengundang Camat Mustikjaya, Guthus dan Lurah Mustikajaya, Faried Wajidi. Ini untuk menandai bertepatan memperingati HUT Kota Bekasi ke-23, Minggu (08/3/2020).

Bibit tanaman jahe merah ini yang dibagikan ke warga Perumahan Graha Harapan, Mustika Jaya, Kota Bekasi untuk ditanam serentak. @foto:sofie

Camat Mustikajaya, Guthus pantas mengapresiasi kinerja dan kreativitas warga ini. Apalagi, warga juga terlihat cukup antusias
dan menunjukkan semangat tinggi dalam bergotong royong menyukseskan program bersama itu.

“Alhamdulillah kesadaran warga masyarakat dan kepeduliannya terhadap lingkungan semakin tinggi. Launching Bank ‘Sampah Berseri 19’ selain dalam rangka mengurangi jumlah volume sampah yang dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Sekaligus, dapat menambah nilai ekonomi keluarga,” ucap Camat.

“Semoga RW-RW yang lain dapat mengikuti kegiatan positip seperti ini,” imbuhnya, berharap.

Respon hangat juga diperlihatakan Lurah Mustikajaya, Faried Wajidi. Malahan, Lurah ini minta supaya kegiatanserius dijalankan dan menjaga konsisten. “Agar apa yang menjadi tujuan program ini benar-benar dirasakan manfaatnya. Membangun sinergitas dan komitmen tanpa didukung kekompakan pengurus dan warga, susah tercapai,” kata Lurah Faried.

Dua program itu diakui Dewan Penasehat Warga yang juga Ketua RW 19, Jumiran merupakan ide kreativitas pengurus warga didukung enam RT di RW setempat.

Warga juga berniat menjadikan kreatifitas itu sebagai bagian dari upaya mendukung visi misi Kota Bekasi yang berjargon kreatif, maju, sejahtera dan ihsan. “Ini bukti warga semakin peduli kegiatan K3, menciptakan lingkungan yang asri dan bernilai ekonomis,” kata Jumiran.

Harapan warga tidak hanya meningkatkan kekompakan. Tapi, hasil penjualan sampah rumah tangga bisa digunakan untuk membayar
PBB dan iuran warga.

“Kan warga juga bisa belajar memilah sampah organik non organik. Menanam jahe merah juga punya peluang ekonomi yang bagus, apalagi sekarang permintaan lagi tinggi sebagai pencegah virus corona. Itung-itung menambah penghasilan keluarga,” kata Ketua RW 19.

Hj Lili figur warga perempuan trengginas yang dipercaya jadi ketua panitia pelaksana, mengaku akan berupaya konsisten menumbuhkan kepedulian warga terhadap lingkungan guyup dan kompak.

“Bisa juga untuk mendukung kas RT. Sejak 2019, uang insensif untuk RT terhenti. Jadi, uang penjualan sampah dapat membantu kegiatan RT,” kata Hj Lili.

Pengumpulan sampah warga ini teknisnya dilakukan secara kolektif per RT atau individu. Masing-masing RT tergantung kesepakatan
warga. @sofie