LENSAINDONESIA.COM: Berdasarkan hasil pelaporan yang diterima Dinas Kesehatan Kota Bekasi sampai 10 Maret 2020, total kasus terduga (Suspect) virus Corana di kota penyangga Jakarta ini, 30 pasien.

Sedangkan dalam Pengawasan (PDP) 3 pasien, selesai PDP 6, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 5 orang, pasien yang sudah selesai dipantau 16 pasien, hasil Pemeriksaan Lab yang sudah keluar 2 pasien dinyatakan negatif dan sisanya menunggu hasil Litbangkes.

Diinformasikan, Pemerintah kota Bekasi mengambil beberapa langkah terkait dengan pencegahan penyebaran virus mematikan tersebut, diantaranya:

1. Membuat Surat Pemberitahuan dari Dinas Kesehatan tentang Kewaspadaan, Kesiapsiagaan dan Antisipasi Penyebaran Penyakit Pnemonia Berat yang belum diketahui etiologinya No 443/349/Dinkes-GADALKIT tanggal 24 Januari 2020.

2. Surat Edaran Wali Kota Bekasi Nomor.440/788/Dinkes tentang Alur Kesiapsiagaan dalam menghadapi Infeksi 2019-NCoV Di Kota Bekasi, tanggal 31 Januari 2020 pun dikeluarkan Pemkot Bekasi.

3. Surat Pemberitahuan Kadinkes tertanggal 3 Maret 2020 , agar direktur RS dan Puskesmas mensosialisasikan di internal masing-masing layanan dan melaksanakan simulasi covid-19.

4. Membuat surat Pemberitahuan Kepala Dinas Kesehatan Tentang peningkatan kewaspadaan Kesiapsiagaan dalam menghadapi Infeksi 2019-NCoV Di Kota Bekasi kepada RS, Puskesmas, imigrasi, Disnaker tertanggal 5 Februari 2020.

5. Surat Edaran Walikota No 440/1651/Dinkes Tentang Peningkatan kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Menghadapi Virus Corona (COVID 19) , Tertanggal 2 Maret 2020.

6. Menginstruksikan kepada Kepala Puskesmas untuk membuat spanduk, leaflet, banner Kesiapsiagaan dalam menghadapi Infeksi 2019-NCoV Di Kota Bekasi tanggal 10 Februari 2020. @sofie