Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kaukus Perempuan Politik kumpul 2 hari di Bandung, bukan cuma pelengkap tapi pejuang
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga bersama Ketua Umum dan Sekjen KPPI serta figur-figur perempuan politik. @foto:dok. istimewa
CANTIKA

Kaukus Perempuan Politik kumpul 2 hari di Bandung, bukan cuma pelengkap tapi pejuang 

LENSAINDONESIA.COM: Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) mengumpulkan perempuan berpotensi untuk Penguatan Kapasitas Perempuan Politik. Kegiatan berlangsung dua hari ini berakhir Kamis (12/03/2020),di Hotel Harris, Bandung, Jawa Barat.

Aktifitas perempuan ini bertema ‘Percepatan Pencapaian Keterwakilan Perempuan 30% Melalui Affirmative Action’. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga nampak hadir dan menaruh perhatian khusus.

Tampak pula figur-figur para perempuan perwakilan dari Kementerian Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan Kementerian Kesehatan. Di antara figur perempuan ini, hanya Wakil Gubernur Jawa Barat Ulu Ruhzanul Ulum, yang figur pria pemimpin yang turut hadir.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Ulu Ruhzanul Ulum di tengah figur perempian politik serta Menteri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga. @foto: dok.istimewa

Lainnya, peserta dari jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ketum KPPI Dwi Septiati Djafar dan Sekjen KPPI Nurhasanah selaku penanggungjawab kegiatan ini juga mengerahkan Ketua DPD KPPI se Indonesia dan DPC KPPI se Jawa Barat ikut menjadi peserta. Sekjen KPPI Hj Nurhasanah, SH, MH mengatakan, momentum ini semakin menegaskan peran perempuan termasuk di politik.

“Bahwa perempuan itu bukan sekedar pelengkap tapi juga pejuang,” tandas Nurhasanah.

Kaukus Perempuan Politik Indonesia, sambung Anggota DPRD Lampung itu, adalah lambang perjuangan perempuan untuk ikut membangun bangsa.

“KPPI menjadi lambang perjuangan perempuan Indonesia untuk ikut membangun bangsa. Majulah perempuan Indonesia dan tampil dengan kemampuan,” imbau Nurhasanah.

Dalam kegiatan ini, dipaparkan strategi pencapaian keterwakilan perempuan di legislatif 30 persen pada Pemilu 2024. Berikut pola strateginya:

Kewajiban menempatkan satu dari tiga calon anggota legislatif (Caleg) perempuan di parlemen.

Perbaikan regulasi. Antara lain, perlunya aturan yang membuka peluang bagi keterpilihan perempuan; Penempatan Caleg perempuan pada nomor urut 1 di paling sedikiti 30 persen Dapil; Caleg perempuan pada nomor urut 1 ditempatkan di Dapil utama, yaitu partai memperoleh kursi paling sedikiti 30 persen; Penyusunan grand design keterwakilan perempuan sebesar 30 persen di legislatif pada pemilu 2024.

Selain itu, pemberian insentif bagi pencalonan perempuan berupa dukungan kampanye baik dari dana bantuan keuangan parpol maupun dan CSR pihak ketiga.

Adanya pengalokasian paling sedikiti 30 persen dari dana bantuan keuangan parpol dari Negara untuk kepentingan kaderisasi dan rekrutmen perempuan politik secara demokratis.

Peningkatan kapasitas kompetensi perempuan melalui kegiatan pemberdayaan berupa pelatihan, sosialisasi dan perbaikan yang menopang sesuai dengan perkembangan kerja di parlemen.

Para kader perempuan perlu mendapatkan perlindungan dengan adanya ketentuan telah mengikuti kaderisasi dan advokasi hokum atas terjadinya kecurangan pada Caleg perempuan.

Pembuatan media sosialisasi akan pentingnya keterwakilan perempuan dalam legislatif sebesar 30 persen pada Pemilu 2024 dalam bentuk media social, media cetak dan media elektronik selama 5 tahun ke depan. @jrk