LENSAINDONESIA.COM: Sat Reskoba Polres Bangkalan bareng Himpunan Mahasiswa Islam, Bangkalan, menggelar sosialisasi penyuluhan dan kampanye anti narkoba, Sabtu (13/3/2020).

Bertempat di Lanal Batu Poron, Kamal, Bangkalan, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK, yang diwakili Kasat Narkoba AKP Soetris Trihartono menjelaskan tentang bahaya narkoba yang mengincar generasi muda.

Menurutnya, para pengedar narkoba memang mengincar generasi muda yang notabene penerus estafet kepemimpinan bangsa di masa depan. “Kami jelaskan bahaya narkoba sehingga pemerintah sangat tegas memberikan hukuman berat kepada para pelakunya,” jelas AKP Soetris kepada 15 perwakilan HMI dan puluhan pelajar SMA yang hadir.

AKP Soetris juga menambahkan, ada dua jenis narkoba yang ngetren di kalangan muda Bangkalan, yakni sabu dan ekstasi. “Kebanyakan sabu yang masuk ke Bangkalan berasal dari Cina dan Malaysia. Sedangkan ekstasi ada dari Tangerang dan beredar di tempat hiburan Surabaya yang notabene sangat dekat dengan Bangkalan,” sambungnya.

Jelang akhir acara, mantan Kanit 1 Sat Reskoba Polrestabes Surabaya ini kembali menekankan kepada para peserta yang hadir untuk menjauhi narkoba dan jangan sekali-kali mencoba. “Kami jelaskan peta daerah rawan narkoba di Bangkalan sekaligus mengimbau agar generasi muda tak usah mencoba-coba narkoba. Bahkan bila tahu ada info penyalahgunaan silakan lapor,” imbau AKP Soetris.

“Selain itu, kami juga paparkan trik para pengedar narkoba untuk menjerat generasi muda sebagai mangsa pemasaran dan peredaran. Mulai memberi gratis, hingga akhirnya ada yang kecanduan bahkan sampai ikutan hadi pengedar karena iming-iming uang besar. Kami tegaskan lagi ada undang-undang yang menghukum berat setiap pelakunya,” pungkasnya, seperti disampaikan khusus kepada Lensa Indonesia. @rofik