LENSAINDONESIA.COM: Bakal Calon Wali Kota (Bacawali) Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin memilih tidak melakukan sosialisasi dengan mengumpulkan massa untuk mencegah wabah virus Corona atau COVID-19.

Mantan Kapolda Jawa Timur ini menyampaikan, bahwa intruksi pemerintah agar melakukan langkah antisipasi dengan social distancing harus dipatuhi karena dampak virus Corona tidak mengenal golongan, usia, dan jabatan.

“Ini sudah menjadi komitmen saya karena keselamatan manusia lebih penting. Tapi berbuat langsung untuk warga saya mau dan harus tetap dilakukan,” kata Machfud Arifin kepada Lensaindonesia, Senin (23/03/2020).

Dalam waktu dekat, Machfud Arifin akan menerjunkan tim ke masyarakat untuk melakukan penyemprotan disinfektan terutama pada wilayah yang belum tersentuh pemerintah. Hal ini dilakukan sebagai tindakan langsung kepada masyarakat untuk mengganti kegiatan pertemuan.

“Kegiatan tatap muka dengan warga sudah kita hentikan. Kita akan lakukan penyemprotan disinfektan terutama pada wilayah pesantren misalnya yang selama ini belum dilakukan. Semuanya sudah kita siapkan,” jelas Machfud.

Selain melakukan penyemprotan desinfektan, lanjut Machfud, pihaknya akan mengupayakan untuk bisa memberi secara gratis hand sanitizer pada warga. Sayangnya, barang tersebut saat ini sangat langka.

Machfud mengaku sudah memesan botol hand sanitizer dalam jumlah ribuan. “Saya sudah lakukan pembayaran dan ternyata oleh perusahannya, di kembalikan. Karena memang sulit,” tandas Machfud.

Direktur Program Tim Pemenangan Machfud Arifin, M Machmud menjelaskan tim penyemprot nantinya akan bergerak keliling Surabaya untuk memberi bantuan langsung kepada warga. Teknisnya, ia mempersilahkan warga untuk menghubungi nomor pengaduan atau langsung ke Posko untuk segera ditindaklanjuti.

“Misalkan ada masyarakat yang membutuhkan langsung saja. Kita sediakan seluruhnya 154 kelurahan akan kita sediakan. Mungkin nanti kita serahkan juka ke LPMK untuk kemudian dimanfaatkan bersama untuk RW sekitar,” tambah politisi Partai Demokrat ini.@wan