LENSAINDONESIA.COM: Pandemi virus Corona atau COVID-19 berdampak pada kenaikan harga obat-obatan dan kelangkaan alkohol di Surabaya.

Meskipun tidak signifikan, obat-obatan yang mulai mengalami kenaikan harga adalah jenis obat peningkat daya tahan tubuh.

Obat jenis ini mulai diburu masyakat semenjak isu wabah Corona mulai ramai dua pekan terakhir.

Selain itu, alkohol juga laris manis di pasaran. Hal ini karena alkohol menjadi bahan pembuat han sanitizer. Saking lakunya, bahkan saat ini keberadaan alkohol mulai langka di apotek-apotek.

Seperti diungkapkan Ardi (36) salah satu Karyawan Apotik dikawasan Jl Bratang Gede Surabaya. Kata dia, sejak dua minggu belakangan, alkohol paling banyak dicari masyarakat.

“Sebelumnya jarang dicari, sekarang banyak yang minat hingga barang kosong,” terangnya kepada lensaindonesia.com, Minggu malam (22/03/2020).

Meski mengalami kelangkaan, lanjut Ardi, harga Alkohol tidak sampai mengalami kenaikan seperti halnya masker. “Kalaupun barangnya ada, harganya tidak naik,” tambahnya.

Masker yang sudah menjadi kebutuhan ‘pokok’ di tengah wabah Corona, selain langka juga mengalami lonjakan harga yang sangat signifikan hampir lima kali lipat.

“Selain langka, harganya juga naik. Kalau dulu cuma Rp 50 ribu / pak, sekarang sudah berkisaran di Rp 230 ribu,” pungkasnya.

Selain alkohol, berbagai produk hand sanitizer juga langka di Surabaya.@rofik