Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kabupaten Jombang darurat COVID-19
Bupati Jombang Mundjdah Wahab bersama Forkopimda dengan Sejumlah Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat menyampaikan status darurat COVID-19, Kamis (26/03/2020). FOTO: Obi-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Kabupaten Jombang darurat COVID-19 

LENSAINDONESIA.COM: Bupati Mundjidah Wahab menyatakan, Kabupaten Jombang darurat virus Corona atau COVID-19.

Terkait hal ini, Mundjidah mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Nomor: 188.4.45/145/415.10.1.3/2020 Tentang Status Keadaan Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Corona Virus Diseases (COVID 19).

Dalam Surat Keputusan (SK) Bupati tanggal 26 Maret 2020 itu disampaikan, bahwa status darurat COVID-19 berlaku mulai 26 Maret sampai dengan 29 Mei 2020.

Mundjidah mengatakan, penetapan status darurat ini diambil setelah menggelar rapat Forkopimda dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di ruang Swagata Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (26/03/2020).

Maka Forkopimda, MUI, PCNU, dan PD Muhammadiyah menyampaikan seruan dan penegasan sebagai berikut:

1. Kabupaten Jombang dinyatakan sebagai Kondisi Darurat COVID-19 mulai tanggal 26 Maret 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020

2. Tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan dan Keagamaan yang menyebabkan berkumpulnya massa baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri.

3. Dalam keadaan mendesak yang sulit dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang agar menjaga jarak dan wajib mengikuti prosedur pencegahan penyebaran COVID-19.

4. Jangan terpengaruh dan menyebarkan berita–berita yang tidak jelas sumbernya sehingga dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menurut Mundjidah langkah ini diambil sebagai guna menindaklanjuti Kepres nomor 7 Tahun 2020, Maklumat Kapolri nomor Mak/2/III/2020 dan Keputusan Gubernur nomor 188/108/KPTS/013/2020 tentang status keadaan darurat bencana wabah virus COVID-19. Selain itu, Peraturan Gubernur yang menyatakan bahwa Jawa Timur masuk daerah darurat dan Kabupaten Jombang merupakan wilayah yang berada di Propinsi Jawa Timur.

“Jombang salah satu wilayah di Jatim, sehingga dibuat maklumat seruan ini menindaklanjuti Pergub, Maklumat dan Keppres,” tegasnya.

Bupati Mundjidah mengatakan, anggaran darurat diambil dari dana cadangan dengan alokasi dana sebesar Rp 1 miliar.

“Dan masih dalam pembahasan sesuai dari permintaan dari dinas kesehatan, maupun kebutuhan darurat yang membutuhkan perlengkapan penanganan COVID-19 tersebut. Perlengkapan Rumah Sakit yang dibutuhkan termasuk di RSUD Ploso yang peralatanmya untuk pasien biasa, dalam hal ini masih membutuhkan perlengkapan dan masih dideteksi semuanya,” imbuhnya.

Sedangkan penanganan dampak ekonomi, Mundjidah Wahab menggandeng salah satu badan amal Baznas untuk mendistribusikan sembako bagi kalangan pedagang kaki lima diseputaran alun-alun dan lingkungan sekolah.

“Masih dibahas di nasional dan propinsi, sementara kita untuk membantu dengan cepat yakni melalui Baznas yaitu sembako. Ini masih menunggu petunjuk dulu dari propinsi setelah rakor dengan presiden,” tuturnya.

“Yang jelas, sudah ada pembahasan dampak ekonomi, pasti ada solusi yang terbaik dari pemerintah,” pungkasnya.

Terkait kasus COrona, saat ini di kabupaten terdapat 3 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 26 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 260 Orang Dalam Resiko (ODR).@Obi