LENSAINDONESIA.COM: Mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di Surabaya, meminta pemerintah untuk melakukan Karantina terhadap masyarakat yang datang ke Bumi Cendrawasih.

Hal tersebut disampaikan Fredi Jitmau (23), mahasiswa yang juga sebagai koordinator asrama yang berlokasi di Jl Barata Jaya Gg Bengkok I no 33, Surabaya.

Mahasiswa asal Kabupaten Maybart, Provinsi Papua Barat yang mengambil Tekhnik sipil di Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya tersebut mengaku sangat prihatin dengan tersebarnya virus Corona saat ini.

“Mengenai virus Corona ini, kami sangat prihatin, dan tidak perlu saling menyalahkan. Mari sama-sama mendukung pemerintah dalam penanganan dan pencegahan,” terang Fredi Jitmau saat ditemui di asramanya, Sabtu (28/03/2020)

Guna mengantisipasi penyebaran virus Corona di tanah kelahirannya tersebut, Fredi telah menulis surat terbuka di media sosialnya, agar pemerintah melakukan karantina terhadap masyarakat yang datang dari luar daerah.

“Kami sudah menulis surat terbuka kepada pemerintah setempat, agar masyarakat yang datang dari luar Papua, agar dilakukan karantina terlebih dahulu, demi mencegah penyebaran virus Corona secara luas,” tambahnya.

“Utamanya terhadap mahasiswa ataupun masyarakat yang datang dari pulau Jawa dan Bali,” paparnya lebih lanjut.

Mahasiswa fakultas Tekhnik Sipil di Unitomo ini juga mendukung atas kebijakan pemerintah menutup akses transportasi guna mengantisipasi penyebaran virus Covid -19 itu.

“Kebijakan yang diambil pemerintah tentunya demi kebaikan kita semua, dan kami mengajak seluruh Mahasiswa Papua agar mengikuti serta menjaga diri dari dampak virus yang mematikan ini,” ungkapnya lebih lanjut.

Belum adanya penyemprotan disinfektan dilingkungannya, Fredi mengajak Mahasiswa dan tokoh masyarakat untuk melakukan penyemprotan anti virus tersebut.

“Dalam waktu dekat kami akan berkomunikasi dengan teman teman dan tokoh masyarakat (RT) disini,” pungkasnya.@rofik