LENSAINDONESIA.COM: Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas Jombang memulangkan ribuan santrinya, menyusul adanya pengumuman status darurat virus Corona atau COVID-19 oleh Bupati Jombang, Jumat (27/03/2020).

Ribuan santri tersebut dipulangkan menggunakan bus gratis.

Sebelum diberangkatkan ke kumah masing-masing, ribuan santri dibekali dengan hand sanitizere dan masker. Selain itu, kendaraan juga barang bawaan santri disemprot disinfektan.

Ketua Yayasan Ponpes Bahrul Ulum, KH Wafiyul Ahdi mengatakan, mekanisme pemulangan santri dilakukan secara mulai tanggal 27 sampai dengan tanggal 29 Maret dengan 90 bus.

Santri yang dipulangkan dalam tiga gelombang itu berasal dari berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Pemulangan santri ini sudah ada kerjasama dengan Bupati Jombang yang mengirim surat pemberitahuan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota, untuk mengizinkan santri Bahrul Ulum stay penjemputan wali santri di alun-alun masing-masing Kota,” beber Gus Wafi didampingi Neng Eli selaku bendahara panitia dan salah satu pengurus Ribath Lathifiyah 2 di Ponpes Bahrul Ulum.

Lebih lanjut Gus Wafi menjelaskan, untuk mekanisme pemulangan wilayah zona merah ada penanganan khusus yakni dari Bupati Jombang meminta pada daerah berstatus zona merah agar bersedia menurunkan Dinas Kesehatannya, untuk menyemprot disenfektan, meskipun sudah dilakukan sterilisasi sebelum berangkat.

“Sekitar 7000 santri yang diberangkatkan dengan menggunakan 90 bus, dan biaya ditanggung oleh pihak yayasan PPBU. Bagi santri yang berasal dari kawasan zona merah Covid-19 seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Magetan, santri akan dipulangkan pada hari Minggu,(29/03),” tambahnya.

Terkait pembelajaran santri selama di rumah mulai tanggal 27 Maret sampai dengan 2 Juni 2020, Gus Wafi meminta agar para orang tua memberi instruksi kepada santri supaya melakukan kegiatan sama dengan di Pesantren. Dan santri akan diberikan pembelajaran secara online melalui WAG (Watshapp Group).

“Di rumah nanti orang tua diintruksikan kepada anak-anaknya agar berkegiatan seperti di Pesantren dan akan dilakukan pembelajaran secara online pada bulan Ramadan, sehingga para santri bisa mengikuti pengajian oleh pengasuh di Bahrul Ulum,” pungkasnya.@Obi