LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau warganya yang perantauan agar tidak mudik Lebaran ke Jatim di masa darurat penanganan pandemi corona virus disease (COVID-19) seperti sekarang ini.

Imbauan itu disampaikan Khofifah saat menerima Asosiasi Pedagang Sate Madura dan Pecel Lele Lamongan di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Bupati Lamongan Fadeli. Mereka sepakat memberikan imbauan kepada pedagang makanan dari dua daerah tersebut yang sedang merantau untuk tidak mudik lebaran tahun ini ke Jatim. Ini dilakukan agar penyebaran virus Corona atau COVID-19 tidak bertambah luas di kampung halamannya.

Bupati Lamongan Fadeli mengaku sudah ada warganya sekitar 900 warganya yang merantau di Jakarta, Yogyakarta dan kota lain pulang kampung sebelum Idul Fitri. Namun semuanya sudah dilakukan pengecekan kesehatan dan tidak menunjukkan terjangkit virus COVID-19.

“Itu sudah dilakukan pengecekan di puskesmas-puskesmas dan sudah dilakukan pendataan ODR (Orang Dalam Resiko). Dan Alhamdulillah yang sudah pulang sudah terdeteksi itu semuanya berjalan dengan baik dan tidak ada yang meningkat dari ODR ke ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan seterusnya,” kata Fadeli.

Namun hingga kini Pemerintah Kabupaten Lamongan berkoordinasi dengan camat setempat untuk terus melakukan pendataan kepada warganya yang mudik dan memeriksa kesehatannya. Karena diperkirakan masih ada yang belum terdata.

“Kepada masyarakat Kabupaten Lamongan yang berada di perantauan terutama, pedagang-pedagang kaki lima di pecel lele-pecel lele ini, kami mengharapkan tidak perlu pulang sekarang ataupun pulang saat hari raya nanti,” imbau Fadeli.

Hal senada juga diutarakan Ketua Asosiasi Pedagang Sate Madura Maksum. Namun dirinya menjelaskan bahwa masyarakat pulau garam terbiasa mudik di hari raya Idul Adha bukan pada saat Idul Fitri.

“Sebagian besar sampai saat ini, mereka sudah sepakat untuk tidak mudik pada Idul Fitri. Apalagi dari pihak pesantren di Bangkalan sana sudah memberitahu tidak ada acara menjelang Ramadhan,” kata Maksum.

Sementara, Gubernur Khofifah meminta kepada seluruh warga Jatim yang ada di perantauan, seperti Jakarta jangan mudik ke Jatim dahulu selama masa rawan COVID-19.

“Untuk semua warga Jawa Timur yang di Jakarta tetap tinggal di rumah saja, jangan mudik karena saling melindungi. Mereka harus terlindungi, seluruh anggota keluarga juga harus terlindungi,” tandas orang nomor satu di Jatim ini.@sarifa