LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus membuka data sebaran Coronavirus Disease (COVID-19) yang menyerang wilayahnya.

Data terbaru kasus COVID-19 per Rabu (01/04/2020) menyebut ada tambahan sebanyak 10 pasien positif COVID-19, sehingga totalnya mencapai 103 pasien.

“Untuk yang positif ada 10 orang, totalnya jadi 103 orang yang positif (COVID-19). Sebanyak 72 orang masih dirawat. Sedangkan 9 orang meninggal dan yang 22 orang sudah sembuh,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Rabu (01/04/2020) petang.

Sementara untuk prosentase, Khofifah menyebut untuk yang sembuh totalnya 21 persen dan yang meninggal sebanyak 8,7 persen.

“Jumlah yang terkonfirmasi negatif atau sudah sembuh menjadi 22 orang. Atau totalnya 21 persen. Sedangkan untuk jumlah pasien yang meninggal ada 9 orang. Jadinya 8,7 persen,” jelas gubernur.

Pihaknya juga mengapresiasi upaya para tenaga medis yang telah memberikan layanan terbaiknya untuk memberikan harapan hidup kepada warga Jatim.

Untuk total pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 536 orang. Sedangkan orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 7.328 orang.

“Alhamdulillah tim tracing kita cukup detail untuk bisa melakukan identifikasi apakah ODP ataupun PDP,” imbuh dia.

Diketahui, sebanyak 22 pasien yang telah dinyatakan sembuh berasal dari 13 asal Surabaya, 5 asal Magetan, 3 asal Kota Malang dan 1 asal Kabupaten Blitar.

Untuk 9 orang meninggal, yakni 3 asal Surabaya, 1 asal Sidoarjo, 1 asal Kabupaten Malang, 1 asal Kabupten Kediri, 1 asal Magetan, 1 asal Gresik dan 1 asal Pamekasan.

Jawa Timur sendiri telah dinyatakan daerah terjangkit COVID-19. Dari total 38 kabupaten/kota yang ada, hanya dua daerah yang wilyahnya masih ‘hijau’ atau tidak ada kasus ODP dan PDP COVID-19, yaitu Kabupaten Sampang dan Kabupaten Sumenep.@sarifa