LENSAINDONESIA.COM: Munculnya pemberitaan terkait pencegahan Corona menyebut pemerintah resmi menyetop akses dan angkutan Jabodetabek, mengundang simpang siur informasi. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjahitan yang menggantikan sementara tugas Menteri Perhubungan Karya Sumadi selama terjangkit virus Corona, terpaksa harus menglarifikasi.

Lewat Staf Khusus Bidang Kelembagaan dan Media Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, menegaskan bahwa pemberitaan itu kurang tepat.

“Dapat menimbulkan kesalahpahaman yang berujung pada disinformasi di tengah-tengah masyarakat,” kata Jodi Mahardi
dikutip beritaenam, awal pekan ini.

Pemberitaan tersebut seakan-akan pemerintah menetapkan pembatasan moda transportasi di lingkungan Jabodetabek.

“Jika dicermati isinya, maka surat edaran Kepala BPTJ dimaksud lebih pada rekomendasi pembatasan aktifitas transportasi. Jadi, tidak ada penyetopan moda transportasi,” kata Jodi, lagi.

Surat Edaran Kepala BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) itu bertujuan memberikan rekomendasi kepada daerah, apabila sudah dikategorikan sebagai daerah yang diperkenankan untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dapat melakukan pembatasan penggunaan moda transportasi. Praktis, arahnya untuk mengurangi pergerakan orang dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Namun sesuai PP No 21 tahun 2020, untuk dapat dikategorikan sebagai wilayah PSBB, daerah terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan dari Kemenkes.

Jika belum secara resmi mendapatkan persetujuan Kemenkes mengenai status PSBB, praktis daerah belum dapat melakukan pembatasan
transportasi.

Sebaliknya, bagi wilayah di Jabodetabek yang sudah berstatus PSBB, Surat Edaran BPTJ Nomor SE 5 Tahun 2020 dapat menjadi pedoman untuk melakukan pembatasan moda transportasi.

“Saya telah mendapatkan pesan dari Pak Luhut yang memohon kepada semua pihak untuk tetap menyebarkan kabar yang baik dan benar. Apalagi, di tengah krisis pandemi kali ini,” tegas Jodi.

Menko Maritim dan Investasi berharap, semua bisa tetap bersatu dan saling gotong royong menghadapi badai ujian yang menimpa
bangsa ini.

“Semoga kita dikuatkan dalam ujian dan dimudahkan dalam upaya menghadapi pandemi COVID-19 ini bersama-sama,” kata Juru Bicara ini. @jrk