LENSAINDONESIA.COM: Palang Merah Indonesia (PMI) menyatakan kekurangan pasokan stok darah dari para pendonor. Jumlah pendonor sangat minim, dampak masyarakat mengikuti imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

Stok darah di PMI hanya tinggal 30%, sementara PMI harus terus menyediakan kebutuhan darah pasien rutin, seperti penderita kelainan darah thalasemia, hemofilia, orang dengan kelainan ginjal, dan beberapa pasien emergency.

PMI memastikan bahwa kegiatan donor darah di PMI aman, karena menerapkan physical distancing. Selain itu, PMI juga memberlakukan SOP (standard operasional prosedure) dalam kegiatan donor selama situasi wabah covid-19. Sehingga, di tengah semua kegiatan perkantoran belakangan dikerjakan di rumah, kegiatan donor darah tetap dapat dilakukan.

Sandiaga Uno didampingi Sudirman Said mendatangi Kantor PMI DKI Jakarta, menjalin kerjasama menggalakan gerakan “Ayo Bantu PMI” untuk solusi mengatasi minimnya stok darah akibat wabah Covid-19. @foto: dok. fwj

Solusi agar kekuarang stok darah tidak berlarut-larut, PMI bekerjasama dengan Relawan Siaga, Glek dan Rumah Sandiuno Indonesia (RSI) membuat program ‘AYO BANTU PMI’. Kerjasama ini bertujuan menggerakan masyarakat di seluruh Indonesia untuk bisa kembali mendonorkan darahnya ke PMI di daerah masing masing.

Gerakan “Ayo Bantu PMI” di tengah maraknya wabah corona ini berlangsung mulai 31 Maret hingga 1 April 2020. Karena animo
masyarakat sangat tinggi, maka kegiatan ini diperpanjang 1 hari lagi sampai 2 April 2020.

Dalam keterangan persnya, Sudirman Said mengatakan, idealnya stok darah secara nasional adalah 2% dari total keseluruhan penduduk Indonesia. Saat ini, stok darah di Unit Donor Darah PMI belum mencukupi.

“Kami sangat mengerti dengan kondisi saat ini. Masyarakat mematuhi aturan yang diimbau oleh pemerintah untuk tetap berada di rumah, terkait wabah Covid-19. Tapi, secara fakta kebutuhan darah memang sedang turun. Kebutuhan seperti di PMI DKI Jakarta, per hari mencapai 1.000 kantong. Saat ini, hanya sekitar 30% yang tersedia, atau separuhnya,” jelas Sudirman, Selasa (31/3/2020).

Sandiaga Uno menambahkan, Relawan Siaga mengajak masyarakat yang sehat untuk mendonorkan darahnya, mengingat banyak penderita thalasemia atau yang terkena DBD membutuhkan transfusi darah.

“PMI mengalami penurunan donor darah yang signifikan. Kita tidak boleh membiarkan defisit penerimaan darah,” ucap Sandiaga Uno
selaku Dewan Penasihat Relawan Siaga dan Rumah Sandiuno Indonesia (RSI) saat mendonorkan darahnya di PMI DKI Jakarta bersama
Sekretaris Jendral PMI Pusat Sudirman Said.

Sandiaga menjelaskan PMI menyiapkan protokol penanganan Covid-19 terkait dengan donor darah. “Jadi, kami mengajak masyarakat untuk mendatangi unit donor darah PMI terdekat. Karena saat ini penderita thalasemia, kanker darah dan DBD sangat membutuhkan darah dari para relawan kemanusiaan,” kata mantan Cawapres ini. @fwj