LENSAINDONESIA.COM: Perkembangan sebaran Corona Virus Disease atau COVID-19 di Jawa Timur mengalami penurunan.

Hingga hari ini, Kamis (02/04/2020) data yang dirilis Pemprov Jawa Timur hasil update dari pemerintah pusat menyatakan tidak ada penambahan pasien positif COVID-19. Sehingga total kasus positif corona sampai saat ini tercatat 103 pasien yang dirawat tersebar di sejumlah RS rujukan se-Jatim.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersyukur dengan grafik perkembangan baik sebaran virus yang jadi momok seluruh warga di dunia ini. Perkembangan yang dikatakan baik tersebut terlihat dari total 103 kasus positif Corona, ada 22 pasien yang positif dinyatakan terkonversi negatif COVID-19 alias sembuh.

“Alhamdulillah hari ini yang positif tidak ada penambahan. Tetap 103 pasien. Untuk pasien sembuh 22 pasien atau 21,3 persen. Meninggal 11 pasien atau 10,6 persen. Meski begitu kita harus terus tetap waspada. Waspda tanpa diikuti kepanikan. Tetap tinggal di rumah,” tegas Khofifah dalam jumpa pers bersama perwakilan sejumlah wartawan di Gedung Negara Grahadi.

Penambahan terjadi pada pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 686 orang, dari hari sebelumnya berjumlah 536 orang.

Untuk jumlah orang dengan pemantauan (ODP) juga meningkat dari 7.328 orang menjadi 8.395 orang.

Dijelaskan Khofifah, terkait tingginya angka ODP menunjukkan bahwa tim tracking bekerja optimal di lapangan.

“ODP yang melakukan isolasi mandiri akan memutus potensi penyebaran COVID-19 kepada orang-orang terdekatnya,” jelasnya.

Dia meminta warga tetap waspada dengan menjalani pola hidup bersih, menjaga social distancing ataupun physical distancing, memakai masker dan tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan sangat penting.

Diketahui, total 103 kasus positif COVOD-19 tersebar di 19 kabupaten dan kota di Jatim. Hingga saat ini di Jatim hanya ada 2 darrah yang masih hijau belum terdapat ODP maupun PDP, yakni Kabupaten Sampang dan Kabupaten Sumenep.@sarifa