LENSAINDONESIA.COM: Politisi PDIP Jhon Thamrun menyayangkan pengumuman penutupan pasar Kapasan Surabaya sementara melalui surat edaran dari PD Pasar Surya. Dalam surat itu disebutkan pasar akan ditutup selama 14 hari tertanggal 3 April 2020.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya ini menganggap kebijakan itu terlalu terburu-buru dan menyebabkan kepanikan warga termasuk pedagang.

“Seharusnya ada koordinasi yang mendetail tentang persoalan ini. Akhirnya ini membuat resah pedagang,’’ terang dia.

Ia juga meminta pihak rumah sakit yang menangani pasien untuk bertindak cepat dalam penanganan administrasi kasus corona.

Jhon Thamrun mengaku kerap menerima informasi beberapa pasien statusnya sudah sembuh. Namun masih tertahan lantaran surat hasil swab tes maupun cek laboratorium tidak segera dikeluarkan.

’’Dugaan saya sebenarnya banyak pasien yang sudah sembuh. Hanya karena mungkin rumah sakit terlalu sibuk, akhirnya data penderita seakan-akan bertambah. Karena surat keterangan pihak rumah sakit tidak kunjung keluar,’’ katanya.

Sebelumnya, direksi PD Pasar Surya mengeluarkan surat edaran tidak beroperasionalnya Pasar Kapasan dimulai per 4 April 2020.

Dalam surat nomor SU-758/01/ IV/2020 itu, Pasar Kapasan yang notabene pasar grosir pakaian terbesar di Surabaya ini akan berhenti beroperasional hingga 14 hari ke depan. “Setelah 14 hari itu akan dilihat perkembangannya seperti apa. Sesuai protokol memang 14 hari,” demikian ungkap Direktur Teknik dan Usaha Muhibuddin, Jumat (3/4/2020) malam.

Menurutnya, tidak dioperasionalkannya sementara Pasar Kapasan karena ada salah satu orang yang sehari-hari beraktivitas di Pasar Kapasan berstatus confirm covid-19 alias positif Corona.

Sebagai langkah penanganan demi pencegahan penyebaran virus, PD Pasar Surya mengambil langkah tidak mengoperasionalkan Pasar Kapasan. “Kita harus segera mengambil langkah, segera kita lakukan penutupan,” tambahnya.

Diungkapkan pula, ada kemungkinan pedagang keberatan dengan tidak dioperasionalkannya Pasar Kapasan. Tetapi ia memaparkan bahayanya virus corona sehingga langkah penutupan itulah yang diambil.

“Kita berlomba dengan waktu. Memang mungkin pedagang akan keberatan tapi ketika kita memberi pemahaman bahayanya virus ini, mereka saya kira bisa mengerti,” ujarnya.@wan