LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah penghuni Rumah Susan Sederhana Sewa (Rusunawa) Romokalisari meminta Pemerintah Kota Surabaya sementara waktu menggratiskan biaya sewa bulanan.

Permintaan ini disampaikan karena banyak penghuni kehilangan penghasilan sejak pandemi Corona Virus Disease atau COVID-19 melanda Indonesia, khususnya Surabaya.

Didik Nurhadi, penghuni rusun mengungkapkan, Rusunawa Romokalisari terdiri dari 5 blok, dimana hampir 90 persen penghuninya adalah buruh pabrik dan pekerja sektor informal. Sehingga, banyak dari mereka kehilangan penghasilan sejak terjadi wabah Corona.

“Penghuni banyak buruh pabrik, mereka sudah diliburkan entah sampai kapan. Ada yang teruma gaji separoh, ada tanpa diberi gaji. Di sini ada yang buruh pabrik sepatu, pabrik kayu,” katanya kepada lensaindonesia.com, Minggu malam (05/04/2020).

Yang paling memperihatinkan, lanjut Nurhadi, ialah penghuni rusun yang berkerja sektor informal, misal tukang pijat. Secara otomatis dengan adanya social distancing dan banyak orang takut tertular Corona, maka sumber penghidupannya pun mendadak mati suri.

“Di blok E ada namanya Pak Habib, tukang pijat panggilan. Ya sekarang otomatis dia sepi order, kan pada takut kena virus Corona,” ujar pria yang menjabat sebagai Ketua BAGUS (Barisan Guruh Soekarnoputra) ini.

Selain Habib, Nurhadi menyebut, beberapa na penghuni rusun yang perekonomiannya terpuruk akibat dampak Corona, yaitu Parno penghuni blok E yang berkerja sebagai biro jasa pengurusan surat-surat dan Badhowi, penghuni blok D pekerjaanya serabutan.

“Yang berkerja biro jasa pengurusan surat-surat makin sepi. Lalu kalau serabutan, kadang ada perkerjaan kuli bangunan ya kadang tidak ada. Ya kalau saya masih dapat sedikit bayaran meski perusahaan tempat kerja sudah libur,” kata kader PDI Perjuangan ini.

Nurhadi menyampaikan, akibat tidak punya penghasilan, banyak penghuni rusun yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan, ada yang nekat utang sana-sini.

Karena kondisi ekonomi warga yang makin sulit ini, Nurhadi bersama penguhuni Rusimawa Romokalisari yang lain minta Pemerintah Kota Surabaya sementara waktu menggratiskan biaya sewa bulanan.

“Kami berharap Pemkot Surabaya selaku pengelola untuk sementara menggratiskan sewa rusun. Kami akan sangat terbantu bila pembebasan sewa rusun diberlakukan selama ada wabah Corona,” pungkasnya.@LI-13/rofik