LENSAINDONESIA.COM: Sebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Surabaya terus masif. Fakta ini berdasarkan data kasus COVID-19 yang terus diupdate oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur.

Kasus positif COVID-19 di Surabaya hingga hari ini, Senin (06/04/2020) masih berada di urutan teratas dari total 24 kabupaten/kota yang telah berstatus zona merah di Jatim. Data terbaru menyebut total kasus positif COVID-19 sebanyak 189 kasus se-Jatim.

Dari jumlah itu sebanyak 44,4 persen atau 87 pasien positif tersebar di sejumlah rumah sakit (RS) rujukan di Surabaya.

Berdsarkan data kasus COVID-19 per 6 April 2020, di Surabaya terdapat 84 orang pasien positif, sebanyak 318 pasien dalam pantauan (PDP) dan 832 orang dalam pantauan (ODP).

“Di Surabaya kenaikan kasus positif sangat signifikan. Ini artinya bahwa apa yang sudah menjadi anjuran pemerintah, pertama tetap tingga di rumah dan hanya keluar rumah untuk sesuatu yang urgent. Tolong memakai masker dan selalu menerapkan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat),” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (06/04/2020).

Meski sebaran virus yang diperkirakan memiliki diameter mencapai 125 nanometer atau 0,125 mikrometer itu terlihat masif di Kota Pahlawan ini, namun tingkat kesembuhan pasien positif COVID-19 juga paling tinggi prosentasenya. Sebanyak 57,5 persen atau 23 orang dinyatakan spesimen negatif COVID-19 (sembuh) dari total pasien sembuh di Jatim sebanyak 40 orang.

“Kabar baiknya di Surabaya ada tambahan lagi 2 pasien yang terkonfirmasi negatif atau sembuh. Sehingga totalnya ada 23 orang yang telah sembuh di Surabaya,” ujar Khofifah.

Meski begitu, tingkat kematian pasien COVID-19 di Surabaya juga tergolong tinggi. Dari total sebanyak 14 pasien yang meninggal, 6 orang di antaranya berasal dari Surabaya atau setara 42,85 persen tingkat kematian akibat COVID-19 yang ada di Jatim.

Gubernur yang juga mantan Mensos ini tak henti-hentinya memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat agar menjaga kewaspadaan dan patuh akan anjuran pemerintah Indonesia atas pandemi COVID-19. Mulai dari stay at home (tinggal di rumah), tidak keluar jika tidak ada kepentingan, menjauhi kerumunan, memakai masker dan rajin mencuci tangan.

“Mari terus kita tingkatkan kewaspadaan menghadapi pendemi COVID-19. Tolong betul patuhi anjuran pemerintah, ini penting untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Tetap di rumah, pakai masker dan cuci tangan dengan air yang mengalir,” pesannya.

Update kasus COVID-19 di Jatim sendiri per hari ini kembali naik sebanyak 189 kasus poistif. Ada tambahan 2 pasien dari jumlah kemarin yang hanya 187.

Sebanyak 2 orang yang baru dinyatakan positif COVOD-19 berasal dari Kota Malang.

“Tracing per hari ini (Senin) kita mendapat informasi dari Jakarta ada 3 orang yang positif pada pukul 16.00 WIB tadi. Tapi dari 3 pasien itu ternyata1 orang nama pasien sudah terdata pada 3 April lalu. Sehingga hari ini kasus positif hanya nambah 2 orang,” tegas Khofifah.

Sebanyak 189 pasien COVID-19 tersebut yang saat ini masih dalam perawatan hanya ada 135 orang, karena 40 orang lainnya telah dinyatakan sembuh. Total tingkat kesembuhan pasien COVID-19 per hari ini mencapai 21,16 persen.

Untuk total pasien dalam pengawasan (PDP) naik menjadi 985 orang. Saat ini yang masih dalam pengawasan ada 669 orang, karena lebih 300 PDP terkonfirmasi sudah tidak dalam pengawasan atau sudah sehat. Sedangkan PDP yang meninggal ada sebanyak 4,8 persen.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Jatim juga terus meningkt sebanyak 10.929 orang. Dari jumlah itu yang masih dalam pemantauan dilaporkan sebanyak 7.872 orang sehingga sekitar 3.100 orang sudah tidak lagi dalam pemantauan, artinya mereka sudah sehat.

“Info grafis menyebut yang sudah selesai dipantau ada 3.043 orang dan pasien ODP yang meninggal 0,07 persen atau 8 orang,” tandas Khofifah.@sarifa