LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti memberikan apresiasi kepada Pemkot Surabaya karena telah memberdayakan UMKM dalam memproduksi masker. Ia menyebutkan mulai bulan ini, distribusi masker tersebut akan dilakukan untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pemkot Surabaya sebelumnya mengalihkan distribusi masker yang berada di kelurahan kepada petugas medis yang sedang merawat pasien COVID-19.

“Pemkot akan membagikan masker kain kepada masyarakat mulai minggu ini. Memang agak terlambat hampir sebulan karena yang semula ditaruh kelurahan diberikan untuk tenaga medis di Puskesmas dan rumah sakit,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini memberikan keterangan kepada Lensaindonesia, Jumat (10/04/2020).

Reni menjelaskan, beberapa UMKM yang mengerjakan mengaku antusias karena bisa membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) untuk kebutuhan penanganan COVID-19.

“Saya mengapresiasi langkah pemkot untuk memproduksi sendiri masker kain dengan memberdayakan UMKM-UMKM binaan pemkot Surabaya. Beberapa UMKM yang terlibat juga kontak saya, mereka antusias bisa bisa turut andil membantu warga,” jelas Reni.

Lebih lanjut, Reni Astuti yang juga diusung sebagai Bakal Calon Walikota (Bacawali) Surabaya ini memberikan beberapa masukan terkait pembagian masker kepada masyarakat yang dilakukan Pemkot Surabaya.

“Pertama, pembagian masker perlu dibarengi dengan sosialisasi. Jadi setiap warga yang menerima masker harus dipastikan telah teredukasi dan mendapatkan sosialiasi hidup bersih dan sehat, disiplin menggunakan masker untuk memutus rantai penyebaran,” tegasnya.

Selanjutnya, pada poin kedua Reni menyarankan pembagian masker harus memprioritaskan warga Kota Surabaya masih harus melakukan aktivitas diluar rumah. Diantaranya yang beraktifitas seperti pedagang di pasar, pedagang PKL, ojek online dan pekerja lainnya yang harus bekerja diluar rumah. Selanjutnya kepada masyarakat umum.

“Masyarakat umum ini juga harus diprioritaskan pada masyarakat yang mempunyai aktivitas sosial di luar, seperti pengurus RT, RW, kader kesehatan yang masih harus memberikan layanan dan menjadi kepanjangan tangan program pemerintah. Terakhir, masyarakat umum diluar kedua kategori diatas. Sisi lain warga yang bisa mandiri membeli masker kain bisa juga berbagi dengan sekitarnya,” terang Reni Astuti.

Terakhir, Reni Astuti menyebutkan pembagian masker jangan sampai menjadi kontraproduktif dengan himbauan untuk di rumah saja. Menurutnya, phishycal distancing dengan di rumah saja dan jaga jarak harus utama dilakukan.

“Dengan memakai masker dan disiplin menjalankan protokol kesehatan kita berharap laju penyebaran COVID-19 tertahan dan terus menurun dan segera usai pandemi ini dan kita bisa kembali ke aktivitas normal seperti semula,” katanya.@wan