LENSAINDONESIA.COM: CPP Gundih Cepu Field mulai diperiksa oleh Tim Investigasi Insiden Kebakaran Unit Thermal Oxidizer (TOX) yang dipimpin Antoni Lubis.

Selain itu, juga melibatkan Manager Senior Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lindung Lingkungan SKKMigas, Kosario M. Kautsar yabg langsung meninjau lokasi, Sabtu (11/04/2020).

Antoni Lubis mengatakan, investigasi ini fokus pada perbaikan dan peningkatan kehandalan sistem peralatan kendali operasi di kemudian hari agar masalah yang sama tidak terjadi lagi.

“Semoga bisa segera menemukan masalah utamanya, sehingga bisa ditemukan solusinya agar operasional bisa segera normal kembali”, terang Antoni.

Sementara itu, Kosaria juga menyampaikan, tim yang multifungsi di SKKMigas ikut prihatin atas kejadian yang dialami oleh Pertamina EP Asset 4 Cepu Field.

“Tentunya tidak ada pihak yang mengharapkan ini bisa terjadi.” ungkap Kosario.

Ia menambahkan, kedatangan tim dari Jakarta untuk meninjau dan investigasi bersama Pertamina EP guna menemukan penyebab utama dan melakukan perbaikan di masa datang.

“Kami mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Pertamina EP saat menangani kejadian kemarin, sehingga dalam waktu singkat api bisa padam dan yang terpenting tidak ada korban jiwa,” tutur Kosario.

Asset 4 General Manager PT Pertamina EP, Agus Amperianto mengapresiasi dukungan semua pihak khususnya SKKMigas yang turut mencari solusi agar CPP Gundih segera pulih dan kembali menyalurkan gas ke konsumen.

“Kami sampaikan permohonan maaf atas kejadian ini, operasi belum normal dan belum bisa menyalurkan gas kepada konsumen. Terima kasih kepada PGN yang membantu agar tetap menyalurkan gas kepada masyarakat yang terkoneksi dengan jaringan gas”, imbuh Agus.

Hingga Sabtu, (11/04/2020), operasi CPP Gundih masih shutdown. Sebab mengikuti arahan dari SKKMigas agar pokok penyebab masalah dicek secara menyeluruh.

“Semoga seluruh stakeholder bersabar sejenak, sembari kami memperbaiki semoga dalam waktu dekat operasi CPP Gundih normal kembali”, tutup Agus. @Eld-Licom