LENSAINDONESIA.COM: Para alumni SMA Negeri 1 Magetan memberikan bantuan untuk warga Magetan yang perekonomiannya terdampak oleh sebaran virus covid-19.

Kabupaten Magetan sempat menjadi zona merah karena beberapa orang terjangkit Covid-19. Namun, kesigapan pemerintah bersama segenap pemangku kepentingan dan komunitas warga, daerah di ujung barat provinsi Jawa Timur ini sukses mengendalikan penyebaran wabah ini.

Bahkan, Gubernur Jatim juga mengapresiasi kinerja Satgas Covid-19 di Kabupaten Magetan. Alasannya, kendati menjadi daerah nomor dua setelah Kota Surabaya yang terjangkit Covid-19 di Jatim, namun Magetan dinilai mampu menghambat laju perkembangan sebaran Covid-19 yang berawal dari kasus di Solo.

“Kesuksesan Kabupaten Magetan ini tak lepas dari hasil tracing yang dilakukan secara massif lalu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah intensif berupa isolasi mandiri untuk mencegah penularan dan perkembangan sebaran Covid-19 semakin meluas,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Bantuan-bantuan insiatif warga dan komunitas terus mengalir salah satunya dari Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Magetan (IKA SMA 1 Magetan).

Pemkab Magetan berhasil memabangkitkan kesadaran masyarakatnya untuk saling bergotong royong. Khususnya, membantu mereka yang terdampak langsung dari wabah Covid-19 ini. Bantuan-bantuan insiatif warga dan komunitas terus mengalir salah satunya dari Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Magetan (IKA SMA 1 Magetan).

“Lebih dari Rp 100 juta dana sumbangan yang dikumpulkan atas nama pribadi alumni maupun perwakilan-perwakilan angkatan terkumpul dalam sebulan terakhir ini,” ungkap Yuliati, Bendahara IKA SMA 1 Magetan di parkir timur Pasar Baru Magetan kapada awak media, Kamis (16/04/2020).

Sementara itu, Sutikno, Wakil Ketua IKA SMASA Magetan menyatakan, bantuan dari para alumni telah disalurkan.

“Bantuan tersebut sebagian dalam bentuk APD (alat pelindung diri), masker, hand sanitizer bagi petugas medis di RSUD Sayidiman Magetan dan beberapa Puskesmas. Selain itu, juga diarahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak secara ekonomi,” tandas Sutikno.

Para buruh tani, kuli angkut, tukang ojek, tukang becak, pedagang kecil dan juru parkir, di sejumlah pasar tradisional berkumpul di di parkir timur Pasar Baru Magetan.

Bagi mereka yang terdampak ekonominya, lanjutnya, dua minggu terakhir ini telah membagi-bagikan sekitar 1500 paket logistik berisi sembako. Bantuan tersebut untuk masyarakat miskin kota dan desa di beberapa kecamatan.

“Mereka yang menerima bantuan logistik ini di antaranya, para buruh tani, kuli angkut, tukang ojek, tukang becak, pedagang kecil dan juru parkir, di sejumlah pasar tradisional Magetan,” papar Sutikno.

Ia menambahkan, para pedagang dan masyarakat di sekitar kawasan wisata Sarangan tutup bagi wisatawan sejak pandemi, juga tak luput dari perhatian pengurus IKA SMA 1 Magetan.

“Mereka juga terdampak akibat pandemi Covid-19, yang mengakibatkan pendapatan mereka turun karena kondisi pasar sepi dan ekonomi sulit seperti sekarang,” tegas Sutikno.

Penyerahan bantuan di beberapa titik tersebut secara simbolis diserahkan langsung oleh Bupati Magetan Dr. Soeprawoto. Selain itu, sejumlah pengurus Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Magetan juga terlibat.@Rel-Licom