LENSAINDONESIA.COM: Profit melonjak 365% dari tahun lalu, Amar Bank melalui produk Tunaiku kini membantu usaha mikro mampu bertahan di tengah masa pandemi Covid-19 dan melakui bulan-bulan sulit di kuartal kedua ini.

“Kami siap membantu meringankan beban pengusaha mikro dan tidak membiarkan usaha mikro anjlok,” ujar Presiden Direktur Bank Amar, Vishal Tulsian saat dikonfirmasi Lensaindonesia.com, Jumat, (16/04/2020).

Ia menekankan, bahwa kinerja perekonomian bakal membaik di kuartal ketiga nanti.

“Kami optimis menggenjot kinerja di kuartal ketiga. Saat ini Amar Bank memiliki rasio kecukupan modal (CAR) yang kuat yakni lebih dari 45 persen, sehingga kami mampu menyerap setiap risiko yang potensial terdampak Covid-19,” tandasnya.

Untuk meminimalisir risiko dampak virus corona, lanjutnya, Bank Indonesia telah mempertahankan suku bunga acuan di level 4,5%. Baginya, penurunan suku bunga lebih lanjut tidak diperlukan untuk saat ini.

“Yang dibutuhkan di saat ini adalah restrukturisasi pinjaman usaha mikro. Bahkan, semua bank sudah mengambil langkah tersebut. Amar Bank sendiri berkomitmen mendukung penuh ekosistem bisnis. Kami optimis akan ada banyak peluang pasca situasi krisis kesehatan ini, yang terpenting adalah sinergi semua pihak untuk saling meringankan beban di kuartal kedua ini untuk bersama-sama kembali mengejar pertumbuhan di kuartal ketiga,” tutur Vishal.

Amar Bank yang memulai tahun ini dengan penawaran saham perdana berkode “AMAR” di Januari, mencatat pertumbuhan kinerja tergolong pesat.

Dari laporan keuangan tahun lalu, kredit Amar Bank tercatat meningkat sebesar 33% dan dana pihak ketiga (DPK) meningkat sebesar 61%, sementara aset bertumbuh sebesar 84% di angka lebih dari 3 triliun rupiah.

Melalui Tunaiku, Amar Bank telah menyalurkan kredit kepada lebih dari 100,000 UMKM dan jumlahnya mencapai angka Rp 2 triliun sepanjang 2019, meningkat sebesar 100% dari tahun 2018.@Rel-Licom