LENSAINDONESIA.COM: Empat Wakil Rektor (Warek) baru masa jabatan 2020-2024 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dikukuhkan.

Prosesi pengukuhan yang dilakukan Rektor UMM, Dr Fauzan, MPd tersebut dilaksanakan secara daring, Rabu (22/4/2020).

Empat Warek yang dikukuhkan itu adalah Warek I, Prof. Dr. Syamsul Arifin, MSi. Dia membidangi Akademik dan Pengembangan Al Islam dan Kemuhammadiyahan.

Warek II yang membidangi Umum, Kepegawaian, dan Keuangan
yaitu Dr Nazaruddin Malik, M.Si.

Posisi Warek III  adalah Dr Nur Subeki, ST, MT. Dia  membidangi Kemahasiswaan dan Alumni. Warek IV diisi Dr Sidik Sunaryo, SH, MSi, MHum yang membidangi Kelembagaan, Sumber Daya Manusia, dan Kerjasama.

Plantikan empat Warek ini disaksikan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Prof Dr  HA Malik Fadjar, MSc, Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. H Lincolin Arsyad, MSc, PhD. Selain itu  civitas akademika UMM yang ikut dalam proses pelantikan melalui online meeting. 

Rektor Fauzan usai pelantikan menyampaikan, bahwa kampus ini mengembangkan misi dakwah Muhammadiyah. Sebuah misi suci yang buah karyanya dipersembahkan untuk umat dan bangsa. Oleh karena itu, diperlukan energi yang besar, kuat dan terus berpikir ke depan. Selain itu  selalu memohon ridho Allah dalam menjalankan manajemen UMM ini.

Rektor Fauzan juga menyampaikan, adanya penambahan jabatan Warek IV. Menurut dia itu dilakukan untuk merespons perkembangan.

Ia menegaskan bahwa usulan itu dibuat karena formasi sebelumnya belum meng-cover perkembangan yang dibutuhkan. Terutama dalam situasi tiga tahun terakhir.

Fauzan mengajak kepada para Warek UMM untuk merenungkan kembali tentang hakekat sebuah jabatan. Jabatan apapun yang tengah diemban adalah amanah.

“Amanah dilaksanakan dengan standar ilahiyah, didasari dengan hati yang ikhlas. Jika itu dijalankan, Insya Allah, Allah SWT akan memberikan yang terbaik bagi kerja kita semua,” katanya.

Ketua Majelis Diktilitbang Muhammadiyah Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. berharap para Warek baru UMM dapat menghadapi tantangan dengan lebih baik, dan diselesaikan dengan baik juga.

“Tentu saja, kerjasama sangat diharapkan antara empat wakil rektor ini. UMM sudah sangat besar, sangat besar. Hampir semua melihat ke UMM. Jadi, UMM harus menjadi contoh yang baik bagi seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang ada di Indonesia. Menjadi acuan bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang lain,” harap Lincolin.

Di sisi lain, Ketua BPH UMM, Prof Dr HA. Malik Fadjar, MSc menyampaikan kesyukurannya, di tengah-tengah kehidupan yang mengalami perubahan besar-besaran ini, UMM tetap dapat melengkapi kepemimpinan di lingkungan UMM. “Mudah-mudahan dengan kelengkapan kepemimpinan ini, perjalanan UMM ke depan semakin pesat,” kata Malik yang tersambung via Google Meet di kediamannya di Malang.

Sebagaimana diketahui, sambung Malik, UMM ini telah menempuh perjalanan panjang mengantarkan dari generasi ke generasi.  Mengantarkan kehidupan bermuhammadiyah dan berakademik, sesuai dengan amanat yang digariskan Majelis Diktilitbang Muhammadiyah.

Disebutkan Rektor UMM tahun 1983-2000 yang sempat menjabat Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia periode 2015-2019 ini, tradisi UMM yang memiliki Warek IV ada pada awal-awal Malik memimpin. Tapi, bagaimanapun juga kelengkapan tahun ini menjadi bagian penting dalam kemajuan UMM.

“Saya berharap, UMM dapat dikelola dengan baik. Meskipun universitas ini milik ormas besar Muhammadiyah, tapi dalam mengelola hendaknya tetap menggunakan prinsip profesional dan selalu konsisten pada misi UMM ke depan untuk menjawab seluruh tuntutan dan tantangan zaman,” tandas Malik.@aji