LENSAINDONESIA.COM: Sebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) di Jawa Timur terus bertambah. Dalam waktu dua hari ini totalnya tak main-main, karena angka penambahan pasien positif Corona semakin mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dalam 2 hari, penambahan mencapai 96 orang yang dinyatakan positif Corona.

Berdasarkan data Per Sabtu 25 April 2020 terjadi penambahan sebanyak 78 orang. Sedangkan per Minggu 26 Aprik 2020 data menyebutkan ada penambahan sebanyak 18 orang positif COVID-19 di Jatim. Sehingga totalnya mencapai 785 kasus.

Data tambahan per Minggu 26 April itu menyebutkan tidak ada penambahan dari Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) yang selama ini menjadi episentrum kasus COVID-19.

Tambahan 18 kasus baru positif masing-masing berasal dari Kabupaten Lumajang 4, Kota Pasuruan 1, Kabupaten Probolinggo 1, Kabupaten Tulungagung 2, Kabupaten Malang 1, Kabupaten Trenggalek 1, Kabupaten Mojokerto 1, Kabupaten Lamongan 1, Kota Malang 1, Kabupaten Kediri 4 dan Kabupaten Pacitan 1.

“Hari ini ada tambahan 18 kasus baru, total ada 785 orang yang positif COVID-19 di Jatim. Alhamdulillah, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik yang menjadi episentrum COVID-19 di Jatim hari ini tidak ada penambahan,” kata Gubernur Jatim sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (26/04/2020).

Khofifah juga merinci, hingga hari ini kasus terbanyak COVID-19 di wilayahnya, masing-masing ada di Kota Surabaya sebanyak 367 orang, Kabupaten Sidoarjo 80 orang, Kabupaten Lamongan 32 orang, Kabupaten Magetan 30 orang, Kabupaten Malang 28 orang, Kabupaten Kediri 25 orang, serta Kabupaten Gresik 22 orang.

Sedangkan untuk pasien yang terkonversi negatif Covid-19 alias sembuh ada 2 orang asal Surabaya, sehingga totalnya menjadi 140 orang.

“Tapi kita juga berduka karena yang meninggal tambah 2 orang yaitu 1 dari Lumajang dan 1 dari Sidoarjo sehingga totalnya menjadi 88 orang,” ungkapnya.

Untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) juga bertambah sebanyak 103 kasus sehingga akumulasinya menjadi 2.681 kasus di seluruh Jatim.

“Dari jumlah tersebut sebanyak 1.383 orang masih diawasi, lalu 1.075 orang sudah selesai diawasi dan sebanyak 223 orang PDP yang meninggal dunia,” terang mantan Mensos RI ini.

Selanjutnya untuk orang dalam pemantauan (ODP) bertambah sebanyak 214 kasus, sehingga totalnya menjadi 18.350 kasus.

“Dari jumlah tersebut sebanyak 5.908 orang masih dipantau, kemudian 12.392 orang selesai dipantau karena gejala klinisnya tidak ada dan sebanyak 50 orang lainnya meninggal dunia,” tutup Khofifah.@sarifa