LENSAINDONESIA.COM: Para pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS, prajurit TNI dan Polri maupun para pensiunan bakal senyum lantaran Tunjangan Hari Raya (THR) dibagikan selambatnya lima hari menjelang Idul Fitri, 23-24 Mei 2020. Praktis, THR di tengah situasi kerihatinan pandemi Covid-19 bakal diterima paling lambat 19-20 Mei 2020.

Pembayaran THR itu tertuang dalam Surat Menteri Keuangan Sri Mulyani Nomor S-343/MK/.02/2020 yang ditujukan kepada Menteri PANRB.

“Diharapkan bisa dicairkan kurang lebih lima hari sebelum Lebaran,” kata Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dwi Wahyu Atmaji kepada awak media.

Dalam surat itu, Menkeu Sri Mulyani menetapkan THR tahun 2020 bakal dibayarkan kepada seluruh ASN, TNI dan Polri dengan jabatan
eselon III ke bawah. THR juga dibagikan kepada para pensiunan ASN, TNI, dan Polri sebagai masyarakat yang rentan
terdampak COVID-19. Komponen THR terdiri dari gaji pokok dan tunjangan melekat, namun tidak termasuk tunjangan kinerja.

Terkait fokus penananganan Pandemi-19 yang butuh anggaran besar, Menteri Sri Mulyani menetapkan THR tidak diberlakukan untuk eselon
III ke atas, termasuk pejabat daerah, pejabat negara, presiden, menteri, Anggota DPR RI, hingga Anggota DPD RI.

Berikut ketentuan THR yang bakal dibagikan sebagaimana surat Menkeu Sri Mulyani kepada Menteri PANRB;

1. PNS, prajurit TNI, anggota Polri, dan hakim dalam jabatan hakim madya muda ke bawah atau kolonel ke bawah di lingkungan
MA. THR yang diberikan berupa gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan/umum.
2. Penerima gaji terusan dari PNS, TNI, Polri yang meninggal dunia, tewas, gugur, atau hilang.
3. Penerima pensiun. THR yang diberikan sebesar penghasilan satu bulan gaji terusan pada dua bulan sebelum hari raya.
4. Penerima pensiun terusan dari pensiunan PNS, TNI, Polri, yang meninggal, tewas, gugur, hilang, sebesar penghasilan satu
bulan gaji terusan pada dua bulan sebelum hari raya.
5. Penerima tunjangan, THR sebesar tunjangan sesuai UU.
6. Pegawai nonPNS pada LNS, LPP, atau pegawai lain.
7. Pegawai NonPNS pada BLU, sebesar gaji remunerasi.
8. Calon PNS, paling banyak sebesar 80 persen gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan/umum.

Rincian THR PNS
Besaran THR PNS berdasarkan golongannya menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Peraturan Gaji PNS:

Gaji Pokok
Golongan I
Golongan Ia: Rp 1.560.800 – Rp 2.335.800
Golongan Ib: Rp 1.704.500 – Rp 2.472.900
Golongan Ic: Rp 1.776.600 – Rp 2.577.500
Golongan Id: Rp 1.851.800 – Rp 2.686.500

Golongan II
Golongan IIa: Rp 2.022.200 – Rp 3.373.600
Golongan IIb: Rp 2.208.400 – Rp 3.516.300
Golongan IIc: Rp 2.301.800 – Rp 3.665.000
Golongan IId: Rp 2.399.200 – Rp 3.820.000

Golongan III
Golongan IIIa: Rp 2.579.400 – Rp 4.236.400
Golongan IIIb: Rp 2.688.500 – Rp 4.415.600
Golongan IIIc: Rp 2.802.300 – Rp 4.602.400
Golongan IIId: Rp 2.920.800 – Rp 4.797.000

Golongan IV
Golongan IVa: Rp 3.044.300 – Rp 5.000.000
Golongan IVb: Rp 3.173.100 – Rp 5.211.500
Golongan IVc: Rp 3.307.300 – Rp 5.431.900
Golongan IVd: Rp 3.447.200 – Rp 5.661.700
Golongan IVe: Rp 3.593.100 – Rp 5.901.200

Tunjangan Istri/Suami
Selain gaji pokok, THR PNS juga termasuk tunjangan yang melekat. Tunjangan itu salah satunya berupa tunjangan isteri/suami.
Besaran tunjangan tersebut 5 persen dari gaji pokok.

Untuk suami dan isteri yang sama-sama PNS, maka presentase yang dihitung yaitu yang memiliki nilai tertinggi.

Tunjangan Anak
THR PNS akan ditambah tunjangan anak, maksimal tiga anak. Besarannya per anak 2 persen dari gaji pokok.

Tunjangan Makan
PNS juga bakal menerima tunjangan makan. Berdasarkan Peraturan Menkeu (PMK) Nomor 32 Tahun 2018, besaran tunjangan
makan disesuaikan golongan.

Bagi PNS golongan I dan II mendapat tunjangan makan sebesar Rp 35.000 dan golongan III sebesar Rp 37.000. Untuk
golongan IV sebesar Rp 41.000. @jrk