LENSAINDONESIA.COM: Perusahaan pengembang properti Australia, Crown Group, pada kuartal I 2020 sudah meraih penjualan Rp630 miliar kendati di masa pandemi global Covid-19.

Bisnis properti di Australia bakal tumbuh lagi, apalagi Negara bagian NSW melalui Mentri Keuangannya, Dominic Perrottet, mengumumkan pembatasan akan dicabut usai hampir enam minggu dengan pedoman kesehatan yang ketat.

Pengumuman ini sebagai bagian dari langkah-langkah pemerintah untuk mendorong ekonomi NSW awal minggu ini.

Direktur Penjualan Crown Group, Prisca Edwards, juga mempersepsikan bidang bisnisnya terkait pencabutan larangan tersebut.

“Kami tengah mempersiapkan rebound cepat di pasar off-the-plan. Penjualan kami tetap stabil – dengan rata-rata penjualan lebih dari Rp200 miliar dalam sebulan untuk Februari, Maret dan April, dengan total Rp630 miliar selama periode itu,” papar Prisca dalam keterangan resminya, Rabu (13/05/2020).

Ia menambahkan, saat ini publik mencari kepastian dan keamanan di properti lebih dari sebelumnya. Sebab bagi mereka yang memiliki modal, sangat siap untuk membayarnya.

“Ada permintaan yang tertahan di Sydney dan kita akan melihat perkembangannya di minggu ini saat kita membuka kembali unit display kami di Waterfall dan Mastery,” tegasnya.

Menurutnya, permintaan secara online dan lalu lintas situs jaringannya telah naik ke level lebih tinggi dibanding sebelumnya selama tiga bulan terakhir.

“Selain itu, kami telah melihat minat besar dalam inspeksi video dan video 360 derajat baru kami. Semoga tren ini tetap berlanjut kendari unit display kami telah dibuka kembali,” tutur Prisca.

Di sisi lain, adanya berita positif dari Tiongkok, di mana situasinya sudah berangsur stabil, menjadikan optimisme pembeli dari Tiongkok makin berpeluang. Apalagi dolar Australia juga lebih rendah dibandingkan dollar Amerika Serikat.

“Saya pikir pandemi COVID-19 akan mendorong gelombang migrasi kuat berikutnya, sebab semakin banyak orang di luar negeri yang mungkin khawatir tentang sistem kesehatan di negara mereka. Sehingga mencari tempat yang lebih aman untuk hidup, terutama mengingat rendahnya jumlah kasus COVID-19 di Australia dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya,” pungkas Prisca.@Rel-Licom