LENSAINDONESIA.COM: Presiden Joko Widodo menerima pimpinan dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (14/05/2020), dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. BPK yang diketuai Agung Firman Sampurna dalam kunjungannya itu menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2019 kepada Presiden.

Ketua BPK, dalam keterangannya selepas pertemuan, di kompleks Istana Kepresidenan, mengatakan bahwa terdapat diskusi yang sangat
produktif mengenai apa yang disampaikan BPK dengan Presiden Joko Widodo. Selain itu, BPK juga menyampaikan dukungan terhadap upaya
pemerintah untuk menghadapi pandemi dan mitigasi risiko pascapandemi Covid-19.

“Presiden didampingi oleh Menteri Keuangan dan Menteri Sekretaris Negara dan sudah ada diskusi yang sangat produktif yang dalam diskusi itu kami juga sepakat di mana Badan Pemeriksaan Keuangan pada prinsipnya mendukung upaya pemerintah untuk menghadapi pandemi Covid-19 dan upaya mitigasi risiko pascapandemi Covid-19,” ujar Presiden dilansir Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Terkait penyampaian IHPS II Tahun 2019, Agung menjelaskan bahwa IHPS II Tahun 2019 ini merupakan ikhtisar dari 488 Laporan Hasil
Pemeriksaan (LHP) BPK kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN dan badan lainnya.

“Ada beberapa hal yang kita angkat di situ, ada pemeriksaan kinerja tematik. Kemudian, kami juga menjelaskan beberapa pemeriksaan dengan tujuan tertentu, serta hal-hal lain terkait dengan pengelolaan keuangan negara pada saat ini,” tuturnya.

Dalam laporannya, terdapat 5.480 permasalahan dalam 4.094 temuan yang meliputi kelemahan sistem pengendalian intern, ketidakpatuhan
terhadap ketentuan perundang-undangan, serta sejumlah masalah yang didominasi oleh ketidakhematan, ketidakefisienan, dan ketidakefektifan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pemerintah berkomitmen untuk menjalankan pemerintahan dengan transparan dan kredibel. Karenanya,
Presiden Jokowi akan menginstruksikan menteri terkait untuk menyelesaikan permasalahan yang dilaporkan oleh BPK tersebut. @jrk