LENSAINDONESIA.COM: Perkembangan kasus COVID-19 di Jawa Timur kembali meningkat pesat. Lagi-lagi, Kota Surabaya menjadi daerah penyumbang kasus Corona terbesar di Jatim.

Berdasarkan data yang di-iupdate Gubernur Jatim Khofifah Indar Parwansa, hingga 14 Mei 2020 pukul 20.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 21.910 orang (masih dipantau 4.236 orang atau 19,33 persen), jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 4.509 orang (masih diawasi 2.037 orang atau 45,18 persen) dan positif COVID-19 (coronavirus) 1.858 orang (masih dirawat 1.384 orang atau 74,49 persen).

Di Surabaya, hari ini bertambah 51 kasus baru, sehingga total positif COVID-19 bertambah menjadi 921 orang. Sedangkan Sidoarjo bertambah 8 menjadi 235 orang. Kemudian Kabupaten Gresik bertambah 5 kasus baru menjadi 46 orang.

“Hari ini ada tambahan 92 kasus baru di Jatim. Total ada 1858 orang yang positif Covid-19 di Jatim. Yang sembuh bertambah 16 menjadi 294 orang atau 15,82 persen. Dan, yang meninggal bertambah 14 menjadi 180 orang atau 9,69 persen. Kita harus melakukan kewaspadaan lebih tinggi terhadap orang tanpa gejala (OTG). Ini karena mereka tidak memiliki gejala klinis, tapi mereka carrier. Total kasus OTG sebesar 12.795. Semua 38 daerah di Jatim sudah zona merah,” katanya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (14/5/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 1858 orang di Jatim itu terdiri dari 921 dari Surabaya, 51 Kabupaten Malang, 25 Kota Malang, 7 Kota Batu, 53 dari Magetan, 235 dari Sidoarjo, 35 Kabupaten Kediri, 23 Kota Kediri, 46 Gresik, 10 Kabupaten Blitar, 2 Kota Blitar, 31 Lumajang, 16 Jember, 12 Situbondo, 8 Bondowoso, 4 Banyuwangi, 11 Pamekasan, 32 Tulungagung, 20 Jombang, 20 Nganjuk, 15 Kabupaten Madiun, serta 12 Ponorogo.

Kemudian 3 Trenggalek, 64 Lamongan, 20 Bangkalan, 9 Pacitan, 22 Bojonegoro, 12 Tuban, 45 Kabupaten Pasuruan, 15 Kota Pasuruan, 36 Kabupaten Probolinggo, 11 Kota Probolinggo, 6 Sumenep, 10 Kabupaten Mojokerto, 4 Kota Mojokerto, 6 Ngawi, 2 Kota Madiun dan 4 Sampang.

Ada 294 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 18 dari Kabupaten Malang, 10 Kota Malang, 1 Kota Batu, 121 dari Surabaya, 16 dari Sidoarjo, 10 dari Gresik, 9 Lamongan, 2 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 11 dari Magetan, 3 dari Kabupaten Kediri, 4 Jember, serta 7 Kota Kediri.

Selanjutnya, 10 Situbondo, 12 Tulungagung, 1 Trenggalek, 5 Nganjuk, 2 Jombang, 2 Kabupaten Mojokerto, 1 Kota Mojokerto, 3 Kabupaten Madiun, 1 Ngawi, 11 Lumajang, 3 Kota Probolinggo, 4 Kabupaten Pasuruan, 7 Ponorogo, 2 Bondowoso, 4 Bangkalan, 6 Pamekasan, 2 Tuban, 2 Kabupaten Probolinggo, 1 Kota Pasuruan, 1 Pacitan dan 1 Banyuwangi.

Sementara itu, ada 180 pasien yang meninggal, yakni 9 di Kabupaten Malang, 1 Kota Batu, 102 di Surabaya, 26 di Sidoarjo, 7 di Gresik, 1 Bangkalan, 9 di Lamongan, 5 di Kabupaten Kediri, 2 di Magetan, 2 Pamekasan, 3 Bojonegoro, 4 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Banyuwangi, 1 Jember, 3 Kabupaten Blitar, 1 Jombang dan 2 Tuban.@LI-13