LENSAINDONESIA.COM: PT Wowrack Indonesia, perusahaan penyedia solusi cloud, data center, dan connectivity menggenjot perkembangan bisnisnya di masa pandemi Covid-19, khususnya di segmen pendidikan dan sektor bisnis.

Dari jumlah pelanggan yang mencapai 500 itu, Wowrack mengoptimalkan infrstruktur di tengah Work From Home (WFH) dan School From Home (SFH) yang jelas melonjak kebutuhan connectivity dan cloud serta data center.

CEO PT Wowrack Indonesia, Rudy Setiawan menyampaikan, produk Cloud Raya ini sudah berjalan selama dua tahun dan cukup tumbuh, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini.

“Dan dua tahun terakhir ini jumlah pelanggan kami tumbuh signifikan. Total pelanggan Wowrack kini ada di angka sekitar 900 pelanggan. Dan untuk Cloud Raya sekitar 500 pelanggan,” tandas Rudi saat dikonfirmasi via Video Conference, Jumat (15/05/2020).

Ia menambahkan, dari WFH dan SFH ini, mayoritas sektor pendidikan lebih tingggi dibanding sektor usaha.

“Yah bisa dibilang ada 1 : 3 pengguna, dari sektor bisnis dibanding sektor pendidikan itu. Faktanya, satu perusahaan menggunakan untuk meeting kerja dan tiga perusahan atau sekolah yang menggunakan Cloud Raya untuk penyampaian materi pengajaran antara guru dan murid,” terang Rudi.

Hingga kini, lanjut Rudi, sekitar 900 perusahaan lebih menggunakan produk dari Wowrack. Dan 80 persen nya didominasi pelanggan dari segmen startup, sisanya korporasi berbagai sektor usaha, mulai pendidikan, pertanian, penghijauan, hingga manufaktur yang juga mengusung teknologi Internet of Thing (IoT).

“Untuk tarif, Wowrack memberlakukan standard lokal tanpa ada kenaikan dan penurunan efek dari fluktuasi dollar,” tegas Rudi.

Cloud Raya merupakan produk layanan public cloud besutan Wowrack mengusung teknologi virtualisasi canggih, panel cloud yang user-friendly, serta tim support didukung dengan SLA.@Eld-Licom