LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik Santoso sebagai Wali Kota Blitar.

Mantan Wakil Wali Kota Blitar itu diangkat untuk menyelesaikan sisa periode jabatan hingga 17 Februari 2021.

Gubernur Khofifah mengatakan, menurut regulasinya tidak perlu mengangkat wakil wali kota karena kurang dari 18 bulan. Namun saat ini semua wilayah terkena wabah COVID–19 yang sudah menjadi pandemi. Sehingga harus ada antisipasi dan koordinasi yang baik di semua wilayah, termasuk Kota Blitar.

“Wakil Wali Kota diangkat kalau masa jabatan tersisa minimal 18 bulan. Tetapi tugasnya sangat berat. RKP (rencana kerja pemerintah, red) ada revisi. Berarti RKPD (rencana kerja pembangunan daerah, red) harus segera direvisi. Ini tidak mudah, tidak sekedar konseptual tapi secara anggaran mereka harus melakukan koordinasi detil,” kata Khofifah usai prosesi pelantikan Wali Kota Blitar Samanhudi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (19/05/2020).

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga berpesan Wali Kota Blitar Santoso agar segera bisa menyelesaikan opsi pembiayaan bagi masyarakat terdampak COVID-9 di Kota Blitar.

“Di Blitar ini kan wisatanya besar, di saat pandemi COVID-19 ini sudah pasti terdampak. Jangan sampai terjadi pelemasan ekonomi berkepanjangan. Ada proses antisipasi supaya kebangkitan UMKM di Blitar tidak butuh waktu lama, karena disiapkan opsi pembiayaan. Maka koordinasi dengan Pemprov dan BPD (bank pembangunan daerah, red) itu penting. Ada modal dari BPD yang bisa diakses oleh pelaku UMKM yang terdampk COVID-19,” jelasnya.

Ditambahkan Wali Kota Blitar Santoso, pihaknya berkomitmen saling bersinergi dengan seluruh elemen dalam penanganan pandemi COVID-19.

“Kita akan lebih memaksimalkan kerja tiga pilar TNI, Polri dan pemerintah daerah dalam mengantisipasi perkembangan penyebaran COVID-19. Terlebih ini musim mudik banyak PMI (pekerja migran Indonesia, red) pulang. Kami akan pantau kehadiran dan perkembangannya,” imbuh Santoso.

Seperti diketahui, pelantikan ini digelar karena Wali Kota Blitar sebelumnya Samanhudi Anwar terjerat OTT KPK akibat kasus suap dan korupsi. Januari kemarin telah divonis bersalah oleh majelis hakim tindak pidana korupsi dengan hukuman selama 5 tahun penjara.@sarifa