LENSAINDONESIA.COM: Pandemi COVID-19 di Jawa Timur, khususnya Surabaya terus mengalami peningkatan tajam.

Berdasarkan data per 19 Mei 2020 pukul 20.00 WIB yang di-upadate Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, jumlah positif Corona (coronavirus) di Jatim mengalami penambahan sebanyak 91 kasus.

Lagi-lagi, Surabaya menjadi penyimbang terbanyak. Sebab dari penambahan 91 kasus positif di Jatim tersebut, 60 kasus diantaranya berasal dari Surabaya.

Hingga hari ini, total positif COVID-19 di Jatim mencapai 2.372 orang (masih dirawat 1.746 orang). Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 22.985 orang (masih dipantau 4.024 orang), jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 5.198 orang (masih diawasi 2.418 orang).

Sementara rincian kasus positif COVID-19 wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) yang memasuki hari kedelapan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua adalah Surabaya bertambah 60 kasus baru menjadi 1.169 orang positif, Sidoarjo bertambah 5 menjadi 327 positif. Sedangkan, Gresik tidak bertambah kasus baru atau tetap 59 orang positif COVID-19.

“Hari ini ada tambahan 91 kasus baru di Jatim. Total ada 2.372 orang yang positif COVID-19 di Jatim. Yang sembuh bertambah 12 menjadi 387 orang. Dan, yang meninggal bertambah 6 menjadi 230 orang,” kata Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (19/05/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 2.372 orang di Jatim itu terdiri dari 1.169 dari Surabaya, 55 Kabupaten Malang, 27 Kota Malang, 7 Kota Batu, 60 dari Magetan, 327 dari Sidoarjo, 55 Kabupaten Kediri, 27 Kota Kediri, 59 Gresik, 11 Kabupaten Blitar, 2 Kota Blitar, 32 Lumajang, 24 Jember, 12 Situbondo, 9 Bondowoso, 5 Banyuwangi, 12 Pamekasan, 47 Tulungagung, 25 Jombang, 20 Nganjuk, 21 Kabupaten Madiun, 18 Ponorogo, 5 Trenggalek, 67 Lamongan, 26 Bangkalan, 9 Pacitan, 37 Bojonegoro, 19 Tuban, 57 Kabupaten Pasuruan, 17 Kota Pasuruan, 44 Kabupaten Probolinggo, 13 Kota Probolinggo, 6 Sumenep, 14 Kabupaten Mojokerto, 5 Kota Mojokerto, 6 Ngawi, 3 Kota Madiun, 11 Sampang dan 9 Kapal Barang.

Ada 387 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 19 dari Kabupaten Malang, 12 Kota Malang, 2 Kota Batu, 142 dari Surabaya, 19 dari Sidoarjo, 12 dari Gresik, 17 Lamongan, 2 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 35 dari Magetan, 4 dari Kabupaten Kediri, 5 Jember, 7 Kota Kediri, 11 Situbondo, 13 Tulungagung, 1 Trenggalek, 7 Nganjuk, 2 Jombang, 2 Kabupaten Mojokerto, 1 Kota Mojokerto, 3 Kabupaten Madiun, 1 Ngawi, 12 Lumajang, 4 Kota Probolinggo, 8 Kabupaten Pasuruan, 8 Ponorogo, 2 Bondowoso, 5 Bangkalan, 6 Pamekasan, 3 Tuban, 13 Kabupaten Probolinggo, 1 Kota Pasuruan, 2 Pacitan, 1 Sumenep, 1 Sampang, 2 Bojonegoro dan 1 Banyuwangi.

Sementara itu, ada 230 pasien yang meninggal, yakni 9 di Kabupaten Malang, 1 Kota Batu, 138 di Surabaya, 33 di Sidoarjo, 7 di Gresik, 1 Bangkalan, 10 di Lamongan, 6 di Kabupaten Kediri, 2 di Magetan, 2 Pamekasan, 5 Bojonegoro, 4 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Kabupaten Probolinggo, 1 Banyuwangi, 2 Jember, 3 Kabupaten Blitar, 1 Jombang, 1 Ponorogo dan 2 Tuban.@LI-13