LENSAINDONESIA.COM: Bakal calon Wakil Wali Kota Surabaya dari Partai Demokrat Siti Anggraeni Hapsari atau akrab disapa SAH, menyatakan siap all out mendampingi bakal calon Wali Kota Machfud Arifin di Pilkada Surabaya.

Selama ini, SAH terus melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui berbabagi kegiatan. Bahkan di tengah pandemi COVID-19, SAH yang juga seorang notaris ternama di Surabaya juga aktif melakukan kegiatan sosial, mulai dari membagikan sembako hingga peralatan pencegah penularan virus seperti hand sanitizer, sabun cuci tangan dan masker kepada masyarakat luas.

SAH yang saat ini menjabat sebagai Ketua Ikatan Notaris Indonesia (IKI) Jawa Timur di kenal sebagai perempuan cakap, cerdar dan sangat memahami betul permasalahan agraria hingga tata kota. Sehingga, sosok SAH sangat dibutuhkan dalam pembangunan Kota Surabaya.

Koordinator Media Center SAH, Djaka Mulyana menyampaikan, bahwa SAH akan semakin all out mendampingi ketika Partai Demokrat dan partai koalisi mendukung dan mendeklarasikan pasangan Machfud Arifin-Siti Anggraeni Hapsari sebagai pasangan calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya.

“Ibu SAH sudah siap segalanya, dan tentu akan allout. Karena itu, dalam jedah waktu adanya pandemi Corona ini, kami sangat berharap tim penjaringan dari Partai Demokrat maupun partai koalisi pengusung Machfud Arifin mematangkan pasangan calon yang akan diusung untuk segera dideklarasikan,” katanya kepada lensaindonesia.com di Surabaya, Senin malam (19/05/2020).

Menurut Djaka, SAH adalah satu-satunya kader Demokrat yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota di Partai Demokrat. Pernyataan Plt Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Lucy Kurniasari yang mengatakan bahwa Demokrat akan mengusung kader sendiri menjadi harapan besar bagi SAH untuk mendapingi Machfud Arifin dalam Pilkada Kota Pahlawan nanti.

“Sejak lama Partai Demokrat ingin kadernya bisa tampil dalam kontestasi Pilkada Surabaya, maka Bu SAH ini adalah pilihan yang tepat,” ucapnya optimis.

Djaka menyampaikan, SAH bukanlah kader partai yang asal mencalonkan diri sebagai wakil wali kota. Tetapi sebagai wanita yang menekuni pekerjaan sebagai notaris, SAH telah memiliki berbagai visi dan misi.

Disampaikan Djaka, salah satu misi SAH adalah membebaskan Surat Ijo yang dihuni jutaan warga Surabaya menjadi sertipikat hak milik (SHM).

Diakui Djaka, isu Surat Ijo kerap diusung beberapa politisi baik caleg maupun calon wali kota, tetapi sudah sekian kali Surabaya berganti kepemimpinan masalah Surat Ijo masih tidak bisa diselesaikan.

“Ini beda, bila yang dulu-dulu hanya janji-janji, tetapi Bu SAH benar-benar memiliki solusi bagaimana lahan Surat Ijo bisa menjadi sertifikat. Nanti kita akan sampaikan solisinya bila pasangan Machfud Arifin-SAH sudah dideklarasikan,” ujar Djaka.

Koordinator Media Center SAH, Djaka Mulyana. FOTO: LICOM

Di tempat yang sama, Heroe Budiarto dari Media Center SAH berharap, partai koalisi pengusung Machfud Arifin memanfaatkan waktu untuk menghimpun kekuatan. Sebab, kata dia, sebagai satu-satunya bakal calon wali kota yang sudah mendapat rekomendasi parpol dan dideklarasikan, Machfud Arifin mungin adalah pihak yang paling dirugikan dengan adanya penundaan Pilkada Surabaya akibat pandemi Corana.

“Dalam konteks kemanusiaan terkait pendemi Corona ini memang tidak patut biacara untung rugi. Tetapi memang pada dasarnya pihak Pak Machfud sebagai calon yang pertama mendapat rekom dan sudah bersialisasi ke masyarakat mungkin dirugikan, sebab pilkada mendadak ditunda. Karena itu, kami mewakili Bu Sah menyampaikan siap mendukung pemenangan pasangan Machfud Arifin-SAH di Pilkada Surabaya nanti,” ujar Heroe.

“Karena itu, kami juga berharap kepada Partai Demokrat dan tim pak Machfud Arifin segera mematangkan pasangan calon. Tentu kami berharap yang dimunculkan adalah pasangan Machfud Arifin-Siti Anggraeni Hapsari (SAH) sebagai calon wali kota dan calon wakil wali kota Surabaya,” pungkasnya.@LI-13