LENSAINDONESIA.COM: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatat kenaikan nilai ekspornya di masa pandemi Covid-19 yang merupakan masa sulit di semua lini bisnis.

Adapun nilai ekspor yang dicapai SIG mencapai 1,46 juta ton, atau meningkat 27 persen dibanding kuartal I di tahun 2019.

GM of Corporate Communication SIG, Sigit Wahono membenarkan hal tersebut. Ia juga mengatakan, pandemi saat ini penjualan semen SIG bertumbuh pada empat bulan pertama 2020 meningkat 5,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Untuk penjualan domestik naik sebesar 2,56 persen.

“Ketika Jakarta memulai PSBB, kita langsung mengalihkan penjualan ke daerah seperti Sumatera dan Alhamdulillah hasil penjualan cukup tinggi peningkatannya. Selain itu, untuk pasar ekspor seperti di China tempat awal tersebar wabah Covid-19, pasar ekspor kami alihkan ke negara lain. Dan saat ini fokus pasar ekspor kita ke Filipina, Taiwan, Timor Leste, Australia, Asia Selatan,” tandas Sigit saat dikonfirmasi lewat video conference oleh Lensaindonesia.com, Rabu (21/05/2020).

Ia menambahkan, untuk konsumsi semen nasional sampai dengan bulan April tercatat sebesar 19.42 juta ton atau mengalami penurunan sebesar -5.23%.

“Hingga bulan April, penjualan relatif cukup bagus. Justru yang kita khawatirkan dan waspada pada bulan Mei ini. Sebab dua bulan mendatang kita harus lebih hati-hati untuk menjaga cash flow,” tutur Sigit.

Sebagai tindak lanjut Surat Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) No S-336/MBU/05/2020, pada 15 Mei 2020 terkait “Antisipasi Skenario The New Normal BUMN”, SIG telah menyusun skenario The New Normal di lingkungan SIG dan anak perusahaannya.

“Skenario The New Normal SIG berpedoman pada kebijakan Kementerian BUMN dan panduan pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Kementerian Kesehatan,” pungkas Sigit.@Eld-Licom