LENSAINDONESIA.COM: Forum Wartawan Jakarta (FWJ) mendorong warga Jakarta dan kota-kota penyangga di Bodetabek (Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, Bekasi) untuk menegakkan disiplin mengenakan masker dan mematuhi PSBB sebagai bentuk turut berjuang membela bangsa dan negara untuk mempercepat berakhirnya pandemi Covid 19. Dorongan ini disampaikan lewat gerakan Berbagi 1000 Masker yang digelar di Bundaran HI (Hotel Indonesia), Jakarta Pusat.

“Gerakan ini sebagai bentuk kecintaan yang mendalam terhadap masyarakat khususnya di wilayah Jabodetabek. Sekaligus, mendukung Peraturan Gubernur No 41 Tahun 2020 tentang sanksi sosial dan saksi denda PSBB bagi yang tidak menggunakan masker,” ujar Ketua FWJ Mustopa Hadi Karya (Opan) dan Sekretaris FWJ Moh Ichsan tentang gerakan FWJ, 19 Mei 2020 itu.

Gerakan wartawan geram menghadapi perang Covid 19 ini, turun jalan bagi-bagi masker gratis diikuti puluhan jurnalis yang tergabung dalam FWJ. Para wartawan itu membagikan kepada warga yang kendaraanya melintas di bundaran HI.

Ketua FWJ Opan dan Sekretaris FWJ Ichsan menginisiasi gerakan ini, juga membentangkan spanduk imbauan kepada masyarakat untuk tetap melawan pandemi Covid 19, di antaranya agar menegakkan disiplin menggunakan masker, dan protokol kesehatan sesuai peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Ibu Kota Jakarta merupakan wilayah yang masyarakatnya terbanyak terpapar Covid 19, belakangan kesadaran untuk disiplin mematuhi PSBB semakin memprihatinkan. Kami mengajak elemen masyarakat di Jakarta gotong royong untuk saling mengingatkan, agar tidak ada lagi warga yang terpapar, maupun meninggal akibat Covid 19,” kata Opan, yang antusisme mengubah paradigma insan jurnalis tidak lagi terjebak rutinitas jadi buruh industri pers, namun harus mampu menjaga eksistensi sebagai bagian dari 4 pilar sistem demokrasi.

Sekjen FWJ, Ichsan menambahkan bahwa kegiatan sosial FWJ lawan Covid 19 akan terus digaungkan tidak hanya di HI Jakarta Pusat. Namun, juga akan dilakukan di titik-titik strategis di antaranya, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Termasuk, kota penyangga.

“Ada indikasi karena desakan persoalan-persoalan ekonomi, masyarakat abai mematuhi PSBB. FWJ khawatir pandemi Covid 19 akan semakin panjang. Seharusnya solusi aktifitas ekonomi bisa dilakukan tanpa harus mengabaikan patuh PSBB seperti disiplin jaga jarak, pakai masker dan selalu cicu tangan pakai sabun,” kata Ichsan, yang populer dijuluki Sekjen FWJ.

Ketua pelaksana gerakan FWJ Bagi 1000 Masker, Esa Tjatur Setiawan mengatakan – FWJ akan selalu konsisten menjaga independesi bukan hanya mengritisi kebijakan pemerintah yang dinlai tidak berpihak ke masyarakat, sebaliknya juga akan mesupport apabila kebijakan untuk kepentingan mesyarakat secara adil.

“Kegiatan positif ini momen yang tepat sebagai bentuk sosialisasi kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam menjalankan Pergub Nomor 41 tahun 2020,” ujar Esa.

FWJ mengapresiasi tinggi elemen masyarakat pendukung gerakan disiplin pakai masker lewat gerakan bagi-bagi 1000 masker. Di antaranya, LCKI DKI Jakarta, Keluarga Besar Fokja Wartawan Jakut, KWRI, KOWARI, AWDI, IPJI, Kowappi, AWI, AWPI, LP3K-RI, LSM Pesdam Polri, Brinus, Ormas Betawi Bagen Bae (BBB), dan CV Karya Bersama. @pan