LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum Koalisi Peduli Jakarta (KPJ), Amos Hutauruk mengapresiasi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pegawai non-PNS atau Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang cair dalam pekan ini. Tentu, menggembirakan di tegah kesulitan menghadapi situasi pandemi Covid 19.

Salah satu pegawai PJLP adalah petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) atau pasukan oranye.

“Apresiasi atau THR PJLP sudah bisa dicairkan selambat-lambatnya tanggal 20 Mei 2020. Hari ini sudah bisa diajukan, arahan rapim (rapat pimpinan) Gubernur demikian,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jakarta, Chaidir.

THR untuk pegawai PJLP akan diberikan paling tinggi sebesar gaji satu bulan yang setara upah minimum provinsi (UMP) tahun 2020, yakni Rp 4.276.349.

PJLP diberi apresiasi atau THR sesuai kemampuan APBD DKI Jakarta. Setinggi-tingginya satu bulan upah UMP dan serendah-rendahnya di bawah upah UMP yang diterima mengacu terhadap kemampuan potensi APBD.

Dalam Islam ada “Kun Fayakun, jadilah maka jadilah”, rupanya itulah untaian ratapan doa yang dipanjatkan para pekerja honorer di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, berharap Gubernur Anies hatinya cair hingga memberi THR pegawai non PNS di tengah suasana sulit ekonomi akibat pandemi Covid 19.

KPJ Mendorong Gubernur Anies Baswedan agar lebih memperhatikan masyarakat jakarta yang saat ini sangat membutuhkan kebijakan untuk kepentingan masyarakat luas. Di tengah pandemi covid-19 yang penuh ketidakpastian, masyarakat membutuhkan perhatian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

KPJ mendoakan agar Gubernur Anies sehat dan kuat dalam mengemban amanah, bekerja cerdas dan tidak terlalu memusingkan pemberitaan miring dari rival politik yang terus memojokkan kebijakan dan kinerja Gubernur.

KPJ juga mendorong Gubernur Anies tetap konsisten bekerja membangun Jakarta yang sejahtera dan mengeluarkan kebijakan pro rakyat. Termasuk, berkewajiban memperhatikan mitra pilar demokrasi, para insan jurnalis yang bertugas di Jakarta, dan tidak dibawah naungan industri pers mainstream atau perusahaan pers besar, seperti yang tergabung dalam Forum Wartawan Jakarta (FWJ) dengan jumlah lebih dari 160 media.

“Dengan memperhatikan warganya dan juga tidak melupakan peran teman-teman jurnalis di Jakarta, Insya Allah kinerja Anies Baswedan didukung masyarakat,“ pungkas Amos. @pan