LENSAINDONESIA.COM: Kasus positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Jawa Timur terus memuncak.

Berdasarkan data hingga hari ini, Jumat 22 Mei 2020 kasus positif COVID-19 di Jatim mengalami penambahan sebanyak 153 orang. Sehingga total pasien positif saat ini mencapai angka 3.095 orang.

Tambahan pasien positif sebanyak 153 orang se-Jatim ini berasal dari 17 daerah dan kapal barang.

Rincianya, dari Surabaya bertambah sebanyak 51 orang, Sidoarjo 27 orang, Gresik 28 orang, Kabupaten Kediri 18 orang, Magetan 4 orang, Kabupaten Malang 2 orang, Tulungagung 2 orang, Kota Malang 2 orang, Bangkalan 1 orang, Kota Kediri 1 orang, Jombang 1 orang, Nganjuk 3 orang, Kabupaten Madiun 3 orang, Kabupaten Mojokerto 2 orang, Pacitan 4 orang, Kota Batu 1 orang, Kota Mojokerto 1 orang, serta kapal barang 2 orang.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terus meminta adanya angka pergerakan positif ini, harus ditanggapi secara ekstra kewaspadaan.

Jika melihat perbandingan Surabaya terkonfirmasi positif per hari ini sudah 1.716 orang, Sidoarjo 413, Gresik 122. Ini salah satu penyebabnya karena bersamaan PSBB dilakukan rapid test di Surabaya Raya dengan total 25.610 orang. Yang reaktif ada 1.992 orang. Sidoarjo yang di rapid test 10.555, Surabaya 11.555 dan Gresik 3.500.

“Ini menjadi salah satu hal yang kemudian kita menemukan angka positif yang cukup banyak, semua titik melakukan rapid test secara masif, tracing secara agresif, maka penemuan positif semakin tinggi,” kata Khofifah saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (22/05/2020).

Untuk data pasien positif COVID-19 yang terkonversi negatif atau sembuh sudah mencapai 426 orang atau 13,76 persen. Sementara yang meninggal mencapai 273 setara 8,82 persen.

“Sekarang ini yang harus kita lakukan antisipasi adalah yang OTH (orang tanpa gejala, red) inilah yang kita inginkan adanya kehati-hatian. PDP (pasien dalam pengawasan, red) potensial terkonfirmasi positif 53,3 persen, mungkin seminggu lalu potensial terkonfirmasi sekitar 68 persenan, sekarang turun,” papar dia.

Untuk itu, upaya mencegah melindungi diri dengan disiplin menjaga protokol pencegahan COVID-19 adalah hal penting untuk terus disosialisasikan ke masyarakat.

“Kita tidak boleh meremehkan. Harus ada kewaspadaan berganda. Pakai masker, sering cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, hindari kerumunan tolong ini benar-benar dijaga,” tukasnya.@sarifa