LENSAINDONESIA.COM: PT Dharma Lautan Utama (DLU) membenarkan ada anak buah kapal (ABK) miliknya, yakni KM Kirana III yang positif COVID-19.

Hal itu pertama kali terdeteksi oleh tim internal DLU yang melakukan peneriksaan mandiri kepada seluruh ABK milik DLU dan ditemukan ada sejumlah ABK yang reaktif dari hasil rapid test.

“Itu awalnya kami yang melakukan pemeriksaan mandiri, kita lapor KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan, red). Semua pegawai kami, termasuk kru kapal kita rapid test. Di Kirana III dari 38 kru semua kita tes, hasilnya ada 14 yang reaktif. Mereka lakukan isolasi mandiri dan tanpa gejala. Kemudian di swab ke RS PHC, hasilnya 7 negatif dan 7 positif,” ujar Erwin pada LICOM, Rabu (20/05/2020).

Sebanyak 7 ABK KM Kirana III yang hasil swab positif tersebut masuk ke RS PHC. Setelah dirawat, dilanjutkan swab untuk kedua kalinya.

“Dari 7 orang itu, sudah ada 4 orang yang keluar RS. Jadi tinggal 3 yang dirawat di sana,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan mulai dari awal masa COVID-19, PT DLU telah mengikuti anjuran pemerintah dengan menerapkan protokol pencegahan COVID-19. Seperti menyediakan chamber disinfektan, wastafel untuk cuci tangan, menyediakan hand sanitizer hingga wajib memakai masker.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Jawa Timur Nyono mengungkapkan adanya pasien positif COVID-19 di atas kapal yang menjadi klaster baru.

Terbaru, sebanyak 7 anak buah kapal (ABK) kapal roro (roll on-roll off) atau Kapal Motor Penumpang (KMP) Kirana III, milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) dinyatakan positif COVID-19.

“Ada 7 ABK di KMP Kirana III milik PT DLU positif Covid-19,” katanya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (18/05/2020) malam.

Semula, lanjut Nyono, tim pelacakan melakukan rapid test kepada 35 ABK KMP Kirana III milik PT DLU. Sebanyak 28 di antaranya reaktif atau positif hasil rapid test, dan 7 sisanya positif COVID-19 hasil tes swab PCR.

“Mereka yang positif saat ini sudah dirawat isolasi di RS PHC Surabaya. Sementara 28 ABK yang dinyatakan reaktif rapid test juga menjalani karantina mandiri di atas kapal,” jelas Nyono.@sarifa