LENSAINDONESIA.COM: Jelang Hari Raya Idul Fitri yang akan jatuh pada Minggu (24/05/2020), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mewanti-wanti masyarakat Jawa Timur untuk tidak melakukan tradisi Lebaran seperti biasanya, berupa bersalaman secara langsung dan berkunjung ke rumah saudara ataupun tetangga di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Untuk sementara selama pandemi ini belum berakhir sebaiknya tidak melakukan kontak fisik, berupa jabat tangan maupun ‘cipika-cipiki’ (cium pipi kanan kiri, red),” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (22/05/2020).

Menurutnya, kondisi pandemi ini sangat berbahaya jika ada kerumunan dan kontak fisik. Khofifah juga meminta untuk tidak melakukan tradisi berkunjung ke sanak saudara saat Lebaran.

Karena itu Khofifah mengajak warganya untuk tetap menjalin tali silaturahmi dan saling bermaaf-maafan lewat online. Mulai dengan telepon, whatsapp, sms, video call dan lain sebagainya.

“Dengan memanfaatkan teknologi silaturahmi bisa tetap erat, silaturahim bisa dilakukan online, tanpa harus ketemu secara fisik,” urainya.

Ia menambahkan dengan melaksanakan ibadah dan menjalin silaturahmi online dari rumah, berarti semua orang telah ikut menjaga orang terdekat dan terkasih agar bisa tetap sehat tanpa berisiko tertular virus.

Pihaknya berharap masyarakat bisa memahami dan membangun kesadaran masing-masing agar situasi di Provinsi Jawa Timur bisa semakin kondusif dan terkendali.

“Mari kita sambut Idul Fitri dengan semarak dan penuh sukacita, sekalipun situasi Indonesia tengah dirudung keprihatinan akibat darurat COVID-19 ini. Gemakan takbir diseluruh penjuru Jawa Timur, tanpa harus berkeliling dan berkerumun,” pungkasnya.@sarifa