LENSAINDONESIA.COM: Bupati Jombang dan Wakil Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab-Sumrambah telah menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda, Kementerian Agama, Tokoh Agama, Ulama serta organisasi masyarakat membahas pelaksanaan perayaan Hari Raya dan sholat Idul Fitri (Ied) 1 Syawal 1441 H di masa pamdemi COVID-19.

Hasil rakor tersebut semua pihak menyepakati, bahwa pelaksanaan sholat Ied dilaksanakan di rumah. Dan mengimbau masyarakat untuk melakukan silaturahmi Lebaran melalui media video conference.

Kesepakatan bersama yang dituangkan dalam surat tanggal 18 Mei 2020 tersebut telah ditandatangani oleh Bupati Jombang, Wakil Bupati Jombang, Forkopimda, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pimpinan Cabang Nandlatul Ulama (PCNU), Pengurus Daerah Muhammadiyah (PD Muhammadiyah) dan Dewan Pimpinan Daerah LDII Kabupaten Jombang.

Keputusan bersama menggelar sholat Ied di rumah dan silaturahmi lewat video converence ini diambil karena untuk memutus rantai persebaran virus COVID-19 di Kabupaten Jombang.

“Terkait sholat ied, telah disepakati dengan berbagai unsur, Forkopimda, para Ulama, Ormas telah memutuskan untuk melaksanakan di rumah masing-masing,” jelas Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab.

Menurut Mundjidah, keputusan bersama ini juga mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Panduan lbadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Wabah COVID-19 dan Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 Tanggal 13 Mei 2020 Tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Shalat Idul Fitri saat Pandemi COVID-19.

Berikut poin-poin kesepakatan bersama pelaksanaan Idul Fitri di Kabupaten Jombang:

1. Tidak melaksanakan takbir keliling, baik menggunakan mobil atau jalan kaki, tetapi kegiatan takbiran dilakukan di masjid atau mushala menggunakan pengeras suara dengan jumlah orang terbatas.

2. Shalat Idul Fitri dilaksanakan di rumah bersama keluarga dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan COVID-19.

3. Tidak mengadakan silaturrahmi dari rumah ke rumah, kantor ke kantor atau tempat lainnya, diganti dengan halal bihalal hari raya Idul Fitri melalui Media Sosial dan Video Call/Conference atau media lainnya sesuai SOP COVID-19.

4. Menutup tempat hiburan dan rekreasi.

5. Memerintahkan Gugus Tugas Desa COVID-19 agar melarang dan mengawasi tamu yang masuk ke desanya untuk tidak saling anjangsana/silaturrahmi utamanya yang mendatangkan kerumunan massa.

Sementara itu Ketua MUI Kabupaten Jombang, KH Kholil Dahlan menambahkan bahwa memang untuk aktifitas keagamaan, masyarakat tetap dihimbau untuk mengoptimalkan beribadah di rumah. Termasuk sholat idul fitri maupun takbiran sementara harus mengikuti protokol kesehatan COVID-19 yang ditetapkan pemerintah.@obi