LENSAINDONESIA.COM: Kasus positif COVID-19 di Jawa Timur terus memuncak. Dan lagi-lagi, Kota Surabaya menjadi satu-satunya daerah yang menjadi penyumbang pasien terbanyak.

Berdasarkan data yang diupdate Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa pada Senin malam 25 Mei 2020 pukul 21.00 WIB, jumlah kasus positif COVID-19 (coronavirus) di Jatim telah mencapai 3.875 orang dari jumlah tersebut, sebanyak 3.047 orang masih menjalani perawatan.

Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 23.761 orang (masih dipantau 4.054 orang) dan pasien dalam pengawasan (PDP) ada 5.809 orang (masih diawasi 2.712 orang).

Sementara itu, Surabaya yang menjadi episentrum penularan virus Corona, hari ini bertam120 kasus baru, sehingga total positif COVID-19 di Kota yang dipimpin wali kota Tri Rismaharini itu menjadi 2.095 orang.

Sedangkan Sidoarjo bertambah 30 menjadi 533. Sedangkan, Gresik bertambah 6 kasus baru menjadi 132 positif.

“Hari ini ada tambahan 233 kasus baru di Jatim. Total ada 3.875 orang yang positif COVID-19 di Jatim. Yang sembuh bertambah 17 menjadi 506 orang. Dan, yang meninggal bertambah 9 menjadi 303 orang,” kata Khofifah kepada wartawan dalam keterangan pera di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (25/05/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 3.875 orang di Jatim itu terdiri dari 2.095 dari Surabaya, 59 Kabupaten Malang, 35 Kota Malang, 12 Kota Batu, 71 dari Magetan, 533 dari Sidoarjo, 81 Kabupaten Kediri, 42 Kota Kediri, 132 Gresik, 87 Lamongan, 10 Kabupaten Blitar, 3 Kota Blitar, 44 Lumajang, 28 Jember, 12 Situbondo, 10 Bondowoso, 7 Banyuwangi, 15 Pamekasan, 52 Tulungagung, 39 Jombang, 28 Nganjuk, 24 Kabupaten Madiun, 24 Ponorogo, 7 Trenggalek, 31 Bangkalan, 13 Pacitan, 49 Bojonegoro, 40 Tuban, 77 Kabupaten Pasuruan, 21 Kota Pasuruan, 83 Kabupaten Probolinggo, 19 Kota Probolinggo, 7 Sumenep, 29 Kabupaten Mojokerto, 7 Kota Mojokerto, 12 Ngawi, 3 Kota Madiun, 16 Sampang dan 19 Kapal Barang.

Ada 506 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 24 dari Kabupaten Malang, 13 Kota Malang, 2 Kota Batu, 188 Surabaya, 21 Sidoarjo, 14 Gresik, 21 Lamongan, 3 Kabupaten Blitar, 1 Kota Blitar, 37 Magetan, 6 Kabupaten Kediri, 6 Jember, 7 Kota Kediri, 11 Situbondo, 14 Tulungagung, 3 Trenggalek, 11 Nganjuk, 4 Jombang, 2 Kabupaten Mojokerto, 2 Kota Mojokerto, 8 Kabupaten Madiun, 1 Kota Madiun, 4 Ngawi, 13 Lumajang, 8 Kota Probolinggo, 8 Kabupaten Pasuruan, 8 Ponorogo, 2 Bondowoso, 6 Bangkalan, 6 Pamekasan, 4 Tuban, 35 Kabupaten Probolinggo, 1 Kota Pasuruan, 3 Pacitan, 2 Sumenep, 4 Sampang, 2 Bojonegoro dan 1 Banyuwangi.

Sementara itu, ada 303 pasien yang meninggal, yakni 10 di Kabupaten Malang, 1 Kota Malang, 1 Kota Batu, 177 di Surabaya, 43 di Sidoarjo, 11 di Gresik, 1 Bangkalan, 14 di Lamongan, 8 di Kabupaten Kediri, 3 di Magetan, 2 Pamekasan, 7 Bojonegoro, 4 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 2 Kabupaten Probolinggo, 1 Kota Probolinggo, 4 Kabupaten Pasuruan, 1 Kabupaten Mojokerto,1 Nganjuk, 1 Banyuwangi, 2 Jember, 3 Kabupaten Blitar, 1 Jombang, 1 Ponorogo, 1 Tulungagung dan 2 Tuban.@LI-13