LENSAINDONESIA.COM: Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid III di wilayah Surabaya Raya yang mencakup wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik resmi diberlakukan hingga 8 Juni 2020 mendatang. Keputusan tersebut ditetapkan melalui KepGub no.188/258/KPTS/013/2020.

Keputusan ini mendapat tanggapan dari Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti yang menyebutkan keberhasilan kebijakan pemerintah dalam menghadapi pandemi COVID-19 merupakan tanggungjawab bersama.

“Tidak salah jika banyak yang meragukan apa bisa jilid tiga nanti lebih baik. Tentunya menjadi tanggung jawab bersama utamanya pemerintah daerah yang membuat regulasi dan punya kewenangan menegakkan aturan,” ujar Reni Astuti kepada Lensaindonesia.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan bahwa pelaksanaan PSBB Jilid III khususnya di Surabaya harus berbekal analisa dan evaluasi detail dan mendalam. Ia menghawatirkan jika pelaksanaannya sama dengan sebelumnya maka tidak ada respek dari warga untuk mentaati aturan yang berlaku.

“Jika implementasinya tidak beda dengan tahap sebelumnya, dikhawatirkan warga akan apatis dan akhirnya cuek. Tentu ini akan menjadi kendala penanganan COVID-19 karena keterlibatan dan disiplin warga merupakan faktor yang sangat penting. Hakekatnya warga akan manut jika ada edukasi, pengayoman dan penegakan yang jelas dan konsisten,” tegas Reni.

Menurut ia, pelaksanaan PSBB memang perlu adanya harmonisasi beberapa aspek utama diantaranya kesehatan, sosial, dan ekonomi sehingga harus tepat dalam pelaksanaan dan menerapkan regulasi. Karena itu, Reni mengapresiasi langkah pemerintah melibatkan RT/RW dalam teknis pelaksanaan bisa sinergi langsung dengan perangkat masyarakat.

“Memang bukan hal yang mudah sehingga perlu kerja keras dan terpadu. Pelibatan RW melalui Kampung Wani Jogo Suroboyo perlu diapresiasi. Namun bukan berarti pengalihan tanggung jawab, karena pelaksanaan tugas gugus COVID tetap menjadi tanggung jawab pemerintah,” jelas politisi berjilbab yang dikenal kritis ini.

Karena itu, Reni Astuti berharap pelaksanaan PSBB jilid III bisa berjalan dengan maksimal dapat menekan laju penyebaran COVID-19 sehingga dampak pada sektor sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat tidak sia-sia. Politisi yang juga diusung sebagai Bakal Calon Wali Kota (Bacawali) Surabaya ini menyampaikan perlunya transparansi atas upaya yang sudah dilakukan Pemkot Surabaya. Hal ini menjadi penting sebagai penguat kesadaran kolektif warga untuk lebih semangat dalam upaya mengendalikan penyebaran COVID-19.

“Semoga PSBB tak lagi berjilid-jilid. Jilid tiga terakhir dan happy ending. Aamiin,” katanya.@wan