LENSAINDONESIA.COM: Ketua Dewan Pengawas (Dewas) LPP TVRI Arif Hidayat Thamrin melantik Iman Brotoseno sebagai Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI untuk periode 2020-2023. Pelantikan berlangsung di Lantai 3 Fedung GPO LPP TVRI, Jakarta, Rabu (27/5/2020).

“Mari bersama sama membangun TVRI agar menjadi kebanggaan di usia TVRI menjelang 58 tahun. Tentu banyak masalah, tapi saya percaya bersama dengan teman teman TVRI di seluruh Indonesia kita bisa melaluinya,” demikian komitmen Imam yang praktisi dunia peryelivisian di tanah air, menyampaikan dalam deklarasi tertulisnya usai pelantikan.

“Saat ini, kita masih menghadapi pandemi Covid 19 yang terjadi secara global, sehingga TVRI harus kerja keras memberikan informasi terbaik kepada publik. TVRI harus menjadi salah satu garda terdepan bersama dengan berbagai pihak sampai pandemi ini berakhir,” imbuhnya.

Praktis, Iman yang CEO Time Line resmi jadi Direktur Utama penggantian antar waktu pasca Dewan Pengawas memecat Helmy Yahya sebagai orang nomer satu televisi publik milik pemerintah, yang berbuntut polemik.

Di laman Linkedin, Iman Brotoseno sebagai CEO Time Line, perusahaan komunikasi berorientasi digital, menyebutkan banyak menangani komunikasi publik sejumlah partai politik. Di antaranya, menangani PDI Perjuangan sejak 2014, juga komunikasi politik Partai Golkar.

Alumni Fakultas Hukum UI yang memilih karier dunia perfilman ini menyebutkan track record-nya menghasilkan sekitar 1000 karya kreatif dari mulai jadi sutradara hingga eksekutif produsi program TVC, dokumenter dan video musik. Film 3 Srikandi mengisahkan atlet panahan nasional di ranah internasional, salah satu karyanya yang fenomenal.

Berikut deklarasi secara lengkap yang disampaikan Iman Brotoseno sebagai Dirut TVRI yang baru.

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat pagi, Salam sejahtera bagi kita semuanya, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Puji syukur kehadirat Allah allah subhanahu wa ta’ala atas ridho dan karunianya sehingga saya dilantik sebagai Direktur utama LPP TVRI ( PAW ) 2020 – 2022.

Saya mengucapkan terimakasih kepada Dewan Pengawas yang telah mempercayakan saya untuk menjadi salah satu pimpinan TVRI. Insya Allah saya akan mengemban tanggungjawab ini.

Mari bersama sama membangun TVRI agar menjadi kebanggaan di usia TVRI menjelang 58 tahun. Tentu banyak masalah, tapi saya percaya bersama dengan teman teman TVRI di seluruh Indonesia kita bisa melaluinya.

Saat ini, kita masih menghadapi pandemi Covid 19 yang terjadi secara global, sehingga TVRI harus kerja keras memberikan informasi terbaik kepada publik. TVRI harus menjadi salah satu garda terdepan bersama dengan berbagai pihak sampai pandemi ini berakhir.

Banyak permasalahan klasik LPP TVRI saat ini yang dianggap sulit untuk bersaing dalam menjangkau audiens yang terus bergerak sesuai perkembangan jaman.

Memang, sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang saat sebagian besar bersumber pada anggaran negara memang tidak harus bersaing dengan TV Swasta. Tetapi dalam praktek kita harus untuk memastikan program TVRI sampai ke masyarakat dan mendapatkan awareness public.

Bagi negara berkembang, penyiaran publik bisa menjadi alat untuk mempercepat akses masyarakat terhadap pendidikan dan budaya, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta memperlancar interaksi antara warga.

Keterlibatan pubik dengan tingkat yang lebih luas dari sekedar akses tapi juga terlibat dalam proses produksi dan juga dalam pengelolaan dan perencanaan sistem komunikasi. Sehingga, saya akan menekan Partisipasi publik ini yang menjadi ciri utama serta membedakannya dari jenis lembaga penyiaran yang lain, yakni partispasi dalam penyelenggaraan siaran serta partisipasi dalam pengelolaan organisasi media.

Ini yang membuat saya harus menyatakan bahwa sebagai pejabat publik saya akan independent dan imparsial. Dengan kata lain netral dan tidak berpihak, begitu saya mengucapkan sumpah jabatan.

Sehingga, sebagai bagian dari partisipasi publik, maka ada keterlibatan termasuk pengawasan dari publik tentang bagaimana saya menjalankan organisasi media penyiaran publik ini. Dalam era digital sekarang kita semua tidak akan bisa menutupi siapa diri kita dan sejak awal saya tidak pernah berbohong kepada publik, dimana semua bisa dilihat dalam jejak digital.

Namun percayalah, saya mengikuti semua proses rekrutmen yang berat ini selama untuk kepentingan bangsa, kepentingan publik bukan politik apalagi kelompok. Dalam Lembaga penyiaran publik, masyarakat sipil dan demokrasi merupakan konsep yang terkait satu dengan yang lain.

Keberadaan penyiaran publik didorong oleh filosofi yang menganggap khalayak sebagai active citizen, yang secara ideal akan memberikan ruang publik yang memungkinkan warga berdiskusi bersama secara rasional tentang kehidupan publik tanpa intervensi dari negara dan pasar demi membangun konsensus bersama.

Sekali lagi, saya mengajak semua pihak terutama seluruh karyawan TVRI, agar kita membuktikan mampu bekerja dengan team work, professional, independen dan berpihak kepada publik.

Jabatan ini merupakan amanah yang berat namun dengan arahan Dewan Pengawas dan dukungan tidak hanya stake holder seperti Kepala stasiun, karyawan, SPI, Litbang, Diklat, tapi juga DPR, Kementrian / Lembaga, akademisi, komunitas, korporasi dan pemangku kepentingan lainnya. Saya percaya kita bersama sama akan mewujudkan mimpi kita bersama, yakni menjadikan LPP TVRI menjadi TV Publik yang berintegritas, dipercaya sekaligus menjadi worldclass broadcaster.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jakarta 27 Mei 2020
Iman Brotoseno

@jrk